Akses Utama Kantor, Sekolah Hingga Wisata Ambles

Jalan Protokol Dlingo Darurat Perbaikan

Warga menutup akses di Jalan Dlingo setelah ambles. Foto: Sukro Riyadi

DLINGO (KRjogja.com) - Sebuah gorong-gorong di Dusun Klepu Desa Temuwuh Kecamatan Dlingo ambrol. Kerusakan infrastruktur berada di jalan penghubung Patuk-Dlingo sehingga menyebabkan jalur utama tersebut terputus. Bahkan sejak akhir pekan lalu seluruh pengendara yang melintas harus memutar melalui jalan kampung sepanjang 1,5 km. 

Ruas tersebut merupakan akses utama menuju Dlingo dari Patuk dan akses menuju objek wisata. Pemerintah diharapkan segera turun tangan agar kerusakan bisa segera diperbaiki. Sementara warga dan Polsek setempat memasang pagar dan garis polisi mencegah pengguna jalan terpersosok.

Salah satu warga Khaliq, Senin (12/3)  mengatakan, kerusakan tersebut makin parah sejak tiga hari lalu. Bahkan jalan tersebut sekarang sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Sebagaimana diketahui gorong-gorong tersebut ambrol pada Kamis (8/3) ketika hujan deras. 
Waktu itu hanya sebagian di bagian tepi yang jebol. Tetapi ambrolnya gorong-gorong berdiameter 1 meter dengan kedalaman 1,5 meter itu diikuti dengan amblesnya sebagian gorong-gorong. Pada awalnya hanya ambles sedikit sehingga  motor dan mobil tanpa muatan tetap bisa lewat. 

Sementara kerusakan semakin parah, setelah  beberapa kali dilalui bus pariwisata dan sejumlah kendaraan berat. Kendaraan berukuran besar sulit untuk melalui jalur alternatif melalui kampung akibat lebar jalan hanya sekitar 2,5 meter. Sebagaimana diketahui, jalan raya itu merupakan akses utama dari Playen Gunugkidul menuju Yogakarta. Selain jalan Patuk-Dlingo, jalur dari Playen menuju Yogyakarta harus memutar lewat Mangunan yang jaraknya mencapai hingga 9 km.

Camat Dlingo, Jati Bayubroto mengatakan, akibat dari kerusakan tersebut mengganggu kenyamanan wisatawan. Selain itu warga sekitar harus memutar lewat tiga dusun. Jati menduga ambrolnya gorong-gorong menghambat akses menuju pusat Kecamatan Dlingo dimana terdapat pusat perkantoran, sekolah, pasar, polsek, dan koramil.

Pihaknya sudah telah melaporkan kerusakan ini kepada Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Bantul supaya diteruskan kepada dinas terkait di DIY. Karena jalan tersebut berstatus jalan provinsi sehingga pemangku kewenangan perbaikan tidak berada di tangan DPUPKP Bantul. (Roy)

 

Tulis Komentar Anda