Pendidikan Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 12 Maret 2018 / 16:59 WIB

Diplomasi Sains Amankan Kepentingan NKRI

JAKARTA, KRJOGJA.com - Diplomasi Sains Perlu Mengamankan Kepentingan NKRI.
Sejatinya ilmu pengetahuan dan teknologi mampu berkontribusi menelurkan solusi untuk mengatasi persoalan negara dan dunia. Namun, Iptek dinilai masih belum menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan. 

Kebijakan berbasis sains masih terpinggirkan dan karena itu perlu diperkuat. Demikian disampaikan Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan (IPSK) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Tri Nuke Pudjiastuti di Jakarta, Senin (12/03/2018).

"Kita perlu tahu diplomasi sains amat penting dalam membawa perubahan bangsa dan dunia.  Sains merupakan alat diplomasi yang lunak (soft power) yang memiliki daya persuasi tinggi,diplomasi sains yang bersifat lunak dan memberikan solusi. Tapi itu belum tersentuh untuk kebijakan luar negeri Indonesia. Memang itu bukan hal mudah," katanya. 

Dia menjelaskan konflik Laut China Selatan sebagai salah satu masalah yang belum menemukan solusi damai meski para peneliti telah menawarkan berbagai rekomendasi. Karena itu, diplomasi sains perlu dikuatkan agar menjadi basis dalam kebijakan luar negeri mengatasi konflik tersebut.


Diplomat senior Makarim Wibisono mengatakan ilmuwan perlu masuk lebih awal dalam diplomasi luar negeri. Sebab, diplomasi sains bisa menjadi jalur kedua yang melibatkan aktor non-pemerintah seperti ilmuwan, organisasi non-pemerintah, dan kalangan jurnalis. "Peran jalur kedua juga mampu menyukseskan diplomasi," kata Makarim.

Plt Kepala LIPI Bambang Subiyanto menyatakan pembekalan mengenai teknik diplomasi amat penting bagi peneliti dalam memajukan diplomasi sains. Tantangan riset global, menurutnya, menuntut para peneliti dan akademisi untuk ikut terlibat dalam memperjuangkan kepentingan nasional pada berbagai perundingan dan negosiasi internasional. (Ati)