Putin Bantah Intervensi Pemilu Amerika

RUSIA, KRJOGJA.com - Presiden Rusia Vladimir Putin untuk kesekian kalinya kembali membantah tudingan melakukan intervensi saat Pemilihan Presiden AS 2016. Kali ini, Putin bahkan menunjukkan ketidak peduliannya terhadap isu tersebut.

Sikap Putin sekaligus mengonfirmasi dugaan keterlibatan 13 warga negaranya yang diduga jadi sosok di balik serangan siber yang memenangkan Donald Trump sebagai presiden. "Mungkin mereka bahkan bukan orang Rusia, tetapi orang Ukraina, Tatar atau Yahudi namun memiliki kewarganegaraan Rusia yang harus dicek kembali," kata Putin.

Pernyataan Putin kali ini sekaligus menampik temuan penasihat khusus seorang pengacara asal AS, Robert S. Mueller III yang mendakwa keterlibatan 13 orang dan tiga bisnis milik Rusia. Dalam temuannya, penasihat Mueller III mengatakan adanya campur tangan ilegal dan peredaran informasi palsu yang memengaruhi hasil Pemilu Presiden AS.

Dalam temuannya, penggunaan akun media sosial dan identitas palsu untuk menyebarkan informasi yang salah untuk mempromosikan Trum dan menekan Hillary Clinton sebagai lawannya dari Partai Demokrat. Putin juga menekankan pihaknya tidak memiliki kemampuan untuk mengintervensi pemilihan pemimpin suatu negara. (*)

Tulis Komentar Anda