DIY Editor : Ivan Aditya Senin, 12 Maret 2018 / 14:34 WIB

Cegah Glaukoma dengan Skrining Sejak Dini

YOGYA, KRJOGJA.com - Tidak banyak orang yang tahu tentang glaukoma, karena penyakit ini masih kalah pamor dibandingkan katarak. Padahal glaukoma merupakan penyebab kebutaan nomor dua di hampir seluruh dunia dan menjadi penyebab kebutaan permanen nomor satu terbesar di dunia.

Direktur RS Mata 'Dr Yap' Yogyakarta, dr Eny Tjahjani Permatasari SpM MKes mengatakan, glaukoma berbeda dengan katarak. Kebutaan karena glaukoma bersifat permanen atau tidak dapat diperbaiki (irreversible). "Ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan dan penangan kasus glaukoma," terang Eny saat jumpa pers World Glaukoma Day (WGD) 2018 di Auditorium RS Mata 'Dr Yap' Yogyakarta, Senin (12/03/2018).

Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma, Dr dr Retno Ekantini SpM(K) MKes mengatakan, glaukoma merupakan kerusakan saraf mata yang diikuti gangguan lapang pandang yang khas. Penyebab utamanya tekanan bola mata yang meningkat disebabkan hambatan pengeluaran cairan bola mata (humor aquos). Penyebab lain adanya gangguan suplai darah ke saraf mata dan kelemahan saraf mata.

Menurut Retno, glaukoma bisa mengenai siapa saja. Gejala glaukoma sering tidak disadari atau menyerupai gejala penyakit lain, sehingga kebanyakan penderita kurang menyadari bahwa dirinya menderita glaukoma dan baru diketahui ketika penyakit telah lanjut dan terjadi kebutaan total. "Glaukoma kronis sering disebut 'si pencuri penglihatan'," katanya.

Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma dr Tatang Talka Gani SpM(K) mengatakan, penanganan glaukoma yaitu dengan menurunkan tekanan bola mata ke tingkat yang aman, dimana tidak lagi merusak saraf mata atau memperlambat kerusakan saraf mata. Pada tekanan yang aman tersebut, diharapkan tidak terjadi kerusakan saraf mata lebih lanjut sehingga kebutaan dapat dicegah.

Pemberian terapi obat-obatan maupun bedah termasuk laser hanya dapat mencegah atau memperlambat kehilangan penglihatan. Oleh karena itu, deteksi dini sangat penting dilakukan untuk mencegah hilangnya penglihatan dan mencegah progresivitas glaukoma agar tidak menjadi buta.

Ketua panitia World Glaukoma Week 2018 dan Dokter Spesialis Mata Subdivisi Glaukoma, dr Erin Arsianti SpM MSc menambahkan, dalam rangka memperingati World Glaucoma Week tahun ini, RS Mata 'Dr YAP' menyelenggarakan kegiatan deteksi dini glaukoma di Puskesmas Gondokusuman l Yogya, Rabu (14/3/2018). Pemeriksaan ini gratis dan bisa diikuti masyarakat umum dengan kuota 100 peserta, melibatkan dokter spesialis mata, dokter residen, perawat dan kader kesehatan di wilayah tersebut.

Selanjutnya peserta yang ditemukan adanya glaukoma dan memerlukan pemeriksaan lanjutan akan diperiksa di RS Mata 'Dr Yap' pada 20 Maret 2018. RS Mata 'Dr Yap' juga menyediakan 6 kuota operasi trabekulektomi gratis untuk peserta glaukoma yang tidak mampu dan non BPJS. (Dev)