DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 12 Maret 2018 / 02:30 WIB

MUNCUL UPAYA MENGGANTI IDEOLOGI BANGSA

Saatnya Bersatu Padu Merawat Pancasila dan NKRI

BANTUL, KRJOGJA.com - Bangsa Indonesia sedang dalam kondisi darurat ideologi, ditunjukkan dengan munculnya kelompok atau perorangan yang berani ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain. Padahal nilai-nilai luhur Pancasila yang digali oleh Bung Karno dari bumi pertiwi adalah yang paling pas dengan kepribadian bangsa.
 
"Seluruh elemen bangsa termasuk mahasiswa harus merawat NKRI, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila," terang Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Drs HM Idham Samawi saat berbicara di hadapan ratusan mahasiswa Madura dalam seminar nasional di Auditorium STMIK Akakom Yogyakarta, Minggu (11/3/2018).

Serminar bertema 'Rampak Naong Beringing Korong' (Upaya Menjaga Keutuhan NKRI) dibarengkan pelantikan pengurus Forum Silaturrahmi Mahasiswa Keluarga Madura Yogyakarta  (FSM-KMY) periode 2018-2020. Setelah seminar dan pelantikan dilanjutkan sarasehan. Hadir dalam acara, Wakil Ketua STMIK Akakom Dra Syamsu Windarti MT Apt.

Menurut Idham, Pancasila adalah working ideology atau ideologi yang bekerja. Artinya nilai-nilai luhur Pancasila harus diimplementasikan dalam kehidupan nyata, jangan hanya menjadi barang sakral yang hanya dijadikan topik bahasan di seminar-seminar. Selain itu nilai-nilai Pancasila, perlu dikinikan untuk menjawab permasalahan-permasalahan kontemporer (masa kini). "Pancasila terbukti satu-satunya ideologi yang mampu mempersatukan kemajemukan Indonesia," ujar Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi ini.

Idham berpesan, para mahasiswa jangan hanya mempelajari Pancasila saat di bangku kuliah saja, melainkan harus memperluas wawasan dengan berinteraksi dengan komunitas lain. Sebagai Indonesia mini, Yogyakarta memiliki banyak organisasi pelajar dari Sabang sampai Merauke. "Saya harap mahasiswa Madura juga berinteraksi dengan mahasiswa dari daerah lain seperti Batak, Madura dan lain-lain," katanya.

Ketua FSM-KMY M Adi mengatakan, FSM-KMY memiliki 8 divisi antara lain keagamaan, kebudayaan, advokasi, pendidikan, sosial dan olaharaga. Selain sebagai forum mempererat kekeluargaan dan silaturahmi antarmahasiswa Madura yang studi di Yogyakarta, FSM-KMY juga aktif memberikan advokasi sebagai wujud kontribusi kepada Pemda DIY maupun Pemda Madura. "Kami selalu beri advokasi terhadapkebijakan-kebijakan pemda demi kebaikan bersama," katanya. (Dev)