Jateng Editor : Danar Widiyanto Minggu, 11 Maret 2018 / 21:10 WIB

Longsor Lagi, Tebing Ereng-ereng Jadi Ancaman Warga Gigrak

KEBUMEN, KRJOGJA.com -  Warga Dukuh Gigrak Desa Plumbon Kecamatan Karangsambung Kebumen resah menyusul terjadinya longsor pada Tebing Ereng Ereng Pantur yang berada di bagian utara dukuh tersebut, Minggu (11/03/2018), dengan material longsor yang hampir
menutupi badan jalan di bawah tebing.

"Longsor cukup parah dengan banyak material longsor yang nyaris menutupi badan jalan di sini sebagian sudah dibersihkan tadi pagi," ungkap warga Gigrak, Prayit, di lokasi longsor, Minggu (11/03/2018).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Kabid Pemerintahan Desa Plumbon, Pujo Sutarno, yang ditemui di rumahnya, mengungkapkan bahwa dalam sebulan terakhir ini sudah beberapa kali terjadi longsor susulan tebing tersebut, pasca longsor hebat pertengahan Februari 2018 lalu. Semua kejadian longsor terjadi setelah turun hujan deras selama beberapa jam.

"Saat longsor pertengahan Februari lalu, material longsor benar-benar banyak dan menutup seluruh badan jalan di bagian bawah tebing serta sempat memutus akses transportasi dari Plumbon ke Desa Wadasmalang Kecamatan Karangsambung," ungkap Pujo.

Pujo dan sejumlah warga mengeluhkan kurangnya perhatian Camat Karangsambung maupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen terhadap kerawanan tebing tersebut. Hal itulah yang menyebabkan warga Dukuh Gigrak sering merasa cemas terhadap ancaman longsor ulangan setiap kali hujan deras turun.
   
"Tahun 2014 lalu tebing ini pernah longsor hebat dan material longsornya menimpa sebuah truk yang sedang melintas di bagian bawah tebing. Dalam kejadian itu sopir truk meninggal dunia tertimbun material longsoran," ujar warga Gigrak, Suharto.

Sejak kejadian longsor tahun 2014 tersebut menurut Pujo dan Suharto tak ada penanganan secara serius dari Camat Karangsambung maupun Pemkab Kebumen agar kejadian serupa tak terulang lagi. Mereka mengharapkan adanya penanganan secara tuntas agar tebing tak longsor dan menimbulkan korban lagi.

"Tebing tersebut berada di tepi ruas jalan yang menghubungkan antara Desa Krakal yang merupakan ibu kota Kecamatan Alian dengan Desa Plumbon dan Wadasmalang. Selain itu, jarak tebing dengan pemukiman warga Dukuh Gigrak hanya sekitar 20 meter saja," ujar Suharto.(Dwi)