Olahraga Agregasi    Selasa, 13 Maret 2018 / 18:33 WIB

Arrigo Sacchi Kritisi PSG Terlalu Andalkan Neymar

PARIS (KRjogja.com) – Keterpurukan yang didapat klub kaya raya asal Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), di Liga Champions musim ini, nyatanya mendapat sorotan dari pelatih legendaris asal Italia, Arrigo Sacchi. Pasalnya, pria 71 tahun itu menilaik kalau saat ini PSG tidak memiliki proyek yang jelas terkait masa depan mereka.

Sebelum ini, Sacchi sempat menyemprot PSG yang disebutnya tidak memiliki ide bertanding saat berhadapan dengan Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions. Saat itu, PSG kalah dengan agregat 2-5. Bahkan saat bermain di kandang pun, tim berjuluk Les Parisiens itu menelan kekalahan dengan skor 1-2. Tak ayal, PSG pun harus tersingkir dari ajang Liga Champions.

Kini, Sacchi menyoroti tingkah PSG yang sangat terlihat mengandalkan pemain anyar mereka, Neymar da Silva. Seperti diketahui kalai PSG memboyong Neymar dari Barcelona dengan mahar 222 juat euro atau sekira Rp3,7 triliun. Angka tersebut pun menjadikan Neymar sebagai pesepakbola termahal di dunia.

Manajemen PSG pernah mengungkapkan kalau mereka akan membangun kejayaan, dimulai dengan mendatangkan Neymar. Dan hal tersebut cukup terbukti, melihat kontribusi pemain asal Brasil itu dalam setiap kemenangan yang didapat PSG musim ini.

Kendati begitu, Sacchi nyatanya tak senang dengan tingkah PSG tersebut. Ia menilai bahwa proyek sebuah klub tidak hanya bertumpu kepada satu pemain saja. Sacchi pun membagikan kisahnya yang sukses meraih kejayaan kala menukangi AC Milan. Ia menerangkan kalau dirinya tak pernah bergantung kepada pemain tertentu dalam meraih kesuksesannya membangun Rossoneri –julukan Milan.

“Seorang pemain, tak peduli seberapa kuat pun dia, itu bukanlah sebuah proyek. Neymar, dia bukan sebuah proyek!” ucap Sacchi, seperti dilansir Goal, Sabtu (10/3/2018).

“Milan memenangkan Liga Italia pada 1988 bersama Marco van Basten, yang baru saja didatangkan, dan yang baru memainkan hanya tiga pertandingan penuh di liga dari 30. Jika proyek kami adalah Van Basten, kami tidak akan memenangkan apa pun,” lanjutnya.

“Kami memenangkan Piala Eropa (sekarang Liga Champions) bersama Ruud Gullit pada 1989-90 dan Anda tahu berapa banyak dia bertanding? Satu dari sembilan laga yang kami mainkan. Kami mengalahkan Barcelona di Piala Super Eropa tanpa  Franco Baresi, Carlo Ancelotti, dan Gullit,” tuntas Sacchi. (*)