Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Sabtu, 10 Maret 2018 / 18:51 WIB

ADA KEK MANDALIKA

Propinsi NTB Bakal Jadi Pusat Ekonomi Dunia

MATARAM, KRJOGJA.com - Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, mengatakan, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) berpotensi menjadi pusat ekonomi dunia jika dilihat dari sejumlah mega proyeknya. 

Proyek tersebut seperti pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang akan menjadi destinasi wisata berkelas dunia, Global Hub Kayangan yang akan menjadi pelabuhan sekaligus pusat ekonomi kedua setelah Singapura, dan pengembangan Kawasan Samota di Pulau Sumbawa.

“NTB akan jadi pusat ekonomi dunia dengan mega proyek Global Hub Kayangan dan dua mega proyek lainnya,” ungkap Moeldoko dalam acara Diskusi Nasional Tiga Tahun Pemerintahan Jokowi – JK di Auditorium Dome Universitas Mataram, Jum’at (9/3/2018).

Di hadapan ratusan peserta yang hadir, diantaranya, Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi, Rektor Universitas Mataram, Prof. Dr. H. Lalu Husni, SH., M.Hum. dan anggota Forkopimda Provinsi NTB itu, Mantan Panglima TNI ini mengajak para generasi muda Indonesia, terutama para mahasiswa untuk memandang masa depan lebih optimis dan produktif serta melihat permasalahan yang ada di negara kita sebagai sebuah peluang dan kesempatan untuk melakukan terobosan dan inovasi.

“Benar ada banyak masalah di sekeliling kita, tapi kalau mau melihatnya secara berbeda, kita dapat menjadikan masalah-masalah tersebut sebagai peluang dan kesempatan," ujar Moeldoko.

Moeldoko juga menjelaskan, saat ini perubahan yang terjadi di belahan dunia berlangsung sangat cepat. Perkembangan teknologi yang berbasis robot, kecerdasan buatan, dan sebagainya. Oleh kerena itu pemerintah pusat dan daerah terus mendorong terciptanya ekosistim yang tepat untuk menumbuhkan sikap adaptif dan responsif terhadap perubahan.

"Pemerintah mengapresiasi aksi-aksi dan langkah-langkah nyata yang dapat menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda dalam merespon perkembangan dunia di era ekonomi digital saat ini," jelasnya.

Untuk itu, saat ini pemerintah terus melakukan pemerataan pembangunan, dari pembangunan terintegrasi menjadi pembangunan tersebar ke seluruh Indonesia, mulai dari pembangunan infrastruktur dan pembangunan peradaban manusia. “Saat ini total proyek nasional, Rp 1.320 triliun, sedangkan total proyek daerah Rp 2.800 triliun,” paparnya.

Pada kesempatan sama, Moeldoko juga mendorong kepada generasi muda, khususnya para mahasiswa se-Indonesia untuk melakukan riset dalam pengembangan mobil listrik nasional. Ia menjanjikan lima persen saham dari pengembangan mobil listrik nasional yang dimilikinya kepada mahasiswa se-Indonesia yang mampu memberikan ide dan gagasan dalam pengembangan proyek nasional tersebut.

“Saya akan berikan lima persen saham untuk mahasiswa se-Indonesia yang memiliki ide dan gagasan dalam pengembangan mobil listrik di Indonesia,” janji Moeldoko.

Sedangkan pada sektor pertanian yang merupakan pekerjaan kurang lebih 60 persen penduduk Indonesia, Moeldoko dalam waktu dekat akan melakukan pembangunan sistem informasi pertanian di Indonesia.

“Dengan adanya sistem ini, petani se-Indonesia dapat berbagi dan berdiskusi mengenai bibit-bibit unggul dan permasalah pertanian seperti hama dan lain-lain,” pungkas Moeldoko yang juga Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini. (Fon)