Kenapa Wanita Lebih Rentan Penyakit Ginjal?

Ilustrasi. Foto: Dok

JAKARTA (KRjogja.com) - Penyakit ginjal kronik (PGK) lebih banyak diderita perempuan dibandingkan laki-laki. Beberapa penelitian menunjukkan, rata-rata pravelensi PGK sebesar 14% pada perempuan dan 12% pada laki-laki.

Hingga saat ini, PGK menjadi penyebab kematian ke-8 tertinggi pada perempuan atau mencapai hampir 600 ribu kematian setiap tahunnya. Sayang, tidak ditemukan gejala yang khas sehingga pasien PGK kehilangan fungsi ginjalnya mencapai 90%.

Akibatnya, banyak pasien baru mencari pertolongan kesehatan saat berada di stadium akhir penyakit ginjal yang memerlukan dialisis ataupun transplantasi ginjal. Namun, jika penyakit ini dapat dikenali secara dini, maka pengobatan dapat segera dimulai.

Artinya, komplikasi akibat penyakit ini dapat dicegah. Karena itu, penting untuk mengetahui faktor risiko dan gejala PGK. Berikut ulasannya, seperti dikutip dari Sindonews.com.

Faktor risiko tidak dapat dimodifikasi

1. Riwayat keluarga penyakit ginjal.

2. Kelahiran prematur.

3. Trauma di daerah abdomen.

4. Jenis penyakit tertentu (lupus, AIDS, hepatitis C).

Faktor Risiko dapat dimodifikasi

1. Diabetes tipe 2.

2. Hipertensi.

3. Konsumsi obat pereda nyeri.

4. Narkoba, psikotropika dan zat adiktif.

5. Radang ginjal.

Gejala PGK

1. Tekanan darah tinggi.

2. Perubahan frekuensi dan jumlah buang air kecil dalam sehari.

3. Adanya darah dalam urin.

4. Lemah serta sulit tidur.

5. Kehilangan nafsu makan.

6. Sakit kepala.

7. Tidak dapat berkonsentrasi.

8. Gatal.

9. Sesak.

10. Mual dan muntah.

11. Bengkak terutama pada kaki dan pergelangan kaki serta pada kelopak mata waktu pagi hari. (*)

Tulis Komentar Anda