Olahraga Agregasi    Jumat, 09 Maret 2018 / 23:32 WIB

Praveen/Melati Lolos Perempatfinal Jerman Open 2018

MULHEIM AN DER RUHR (KRjogja.com) – Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti lolos ke perempatfinal Jerman Open 2018. Kepastian itu diperoleh Praveen/Melati usai menang atas wakil Belanda, Jacco Arends/Selena Piek, dengan skor 25-23, 14-21, dan 21-10.

Praveen mengatakan pertemuan dengan Jacco/Selena menjadi pertandingan pertama bagi kedua pasangan. Ia bersama Melati berusaha untuk menerapkan pola permainan yang berbeda. Terlebih, ia mengaku masalah servis 115 cm masih menjadi kendala dalam pertandingan.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

“Kami belum pernah bertemu, sudah sempat nonton video pertandingan, dan mereka menerapkan pola main yang berbeda, jadi kami harus meraba lagi dari awal. Soal servis memang mengganggu, jadi saya konsennya lebih ke servis terus,” ujar Praveen, seperti dilansir laman resmi PBSI, Jumat (9/3/2018).

Praveen menuturkan di set kedua, dirinya dan Melati sebenarnya bisa mengendalikan permainan. Namun, ia tak menampik Jacco/Selena justru mampu memanfaatkan keadaan untuk berbalik unggul dan memaksakan bermain rubber.

“Di game kedua, kami sudah bisa memegang kendali, tetapi ada satu poin yang kami menyia-nyiakan kesempatan dan tidak bisa meraih angka. Di kedudukan 11-9 itu kami terlalu santai,” sambungnya.

Di sisi lain, Melati menyampaikan dirinya dan Praveen bermain lebih rileks di set ketiga. Ia bersama Praveen mampu menuntaskan perlawanan wakil Belanda itu dengan keunggulan jauh.

“Kami lebih rileks di game ketiga, kalau terbawa tegang malah jadi amburadul permainannya. Kami mencoba fokus satu demi satu poin,” ucap Melati.

Di laga perempat final, Praveen/Melati akan ditantang pasangan Denmark, Niclas Nohr/Sara Thygesen. Pasangan Pelatnas Cipayung itu memiliki target untuk bisa lolos ke semifinal Jerman Open 2018.

“Kalau lawan pemain Eropa di Eropa, rasanya mereka bermain lebih bagus dari biasanya. Entah ini sugesti saya atau apa, tetapi mungkin mereka merasa bermain sebagai tuan rumah, artinya masih di Eropa, dan sudah lebih bisa beradaptasi dengan suasananya. Jadi intinya kami harus lebih waspada lagi,” ungkap Melati. (*)