Jateng Editor : Ivan Aditya Jumat, 09 Maret 2018 / 13:43 WIB

Penimbunan Sawah dengan Limbah Batubara Disayangkan

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Pengurugkan (penimbunan) beberapa bidang lahan sawah dengan menggunakan limbah batu-bara di 3 desa Kecamatan Kuwarasan Kebumen, belum lama ini sangat disayangkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Pengurugan lahan sawah dengan limbah batu-bara tersebut terjadi di Desa Gumawang, Banjareja dan Kuwaru Kecamatan Kuwarasan Kebumen.

"Selain bahan urugan yang digunakan merupakan jenis limbah B3 (bahan beracun berbahaya), pengurugan untuk alih fungsi lahan tersebut juga tak berizin atau ilegal," ungkap Kasi Penaatan dan Pengkajian Dampak Lingkungan Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Lingkungan Hidup (Disperumkimlh) Kebumen, Siti Durotul Yatimah MM saat peninjauan lapangan di Desa Karangbolong Kecamatan Buayan Kebumen, Jumat (09/03/2018).

Berdasarkan pantauan Tim, limbah batu-bara yang merupakan limbah padat berwarna abu-abu tersebut sekilas warnanya mirip dengan batu kerikil yang tercampur aspal. "Ketika kami datang ke lokasi tersebut,  terlihat limbah sudah terhampar di lahan yang semula adalah sawah dan nampak sudah dipadatkan. Penggunaan limbah tersebut untuk urugan, apalagi tanpa izin merupakan tindakan yang tak bertanggungjawab karena berpotensi mencemari lingkungan," jelas Siti.

Dalam pemantauan yang dihadiri oleh Kepala Desa ketiga desa dan Babinsa Polsek Kuwarasan, para pemilik lahan dan warga setempat, Disperumkimlh Kebumen meminta agar lokasi yang diurug tersebut harus dibersihkan dari limbah tersebut.

"Kami memberikan tenggang waktu selambat-lambatnya sebulan sejak pemantauan limbah harus sudah dibersihkan," ujar Siti. (Dwi)