Ekonomi Editor : Danar Widiyanto Jumat, 09 Maret 2018 / 15:30 WIB

PAMERAN SENI KRIYA

Jogja Fashion & Craft 2018, Kerajinan Lokal Berkualitas Ekspor

YOGYA, KRJOGJA.com - Pameran Seni Kriya DIY adalah kegiatan pameran produk kriya IKM/UKM DIY berbasis budaya yang mempunyai kearifan lokal yang berkualitas ekspor. Kegiatan pameran seni kriya diselenggarakan oleh DISPERINDAG DIY pada tanggal 8-11 Maret 2018 di Atrium Hartono Mall Yogyakarta yang dibuka oleh Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, dengan peserta pameran 74 IKM/UKM di DIY dengan produk berupa batik, tas kulit, sepatu, perhiasan dan aneka kerajinan lainnya.

Kegiatan pameran ini berawal dari gagasan Bapak Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X yang terinspirasi dari kegiatan pameran Inacraft di Jakarta, yang mana pada Tahun 2017 DIY sebagai Ikon Inacraft. Beliau berkeinginan bahwa Pameran seperti Inacraft bisa diselenggarakan di DIY, dengan harapan para buyer/ pengunjung akan lebih diuntungkan karena selain mengunjungi produk yang dipamerkan dengan berbagai varian produk yang berkualitas juga bisa langsung mengunjungi workshop para IKM/UKM peserta pameran, karena antara tempat pameran dengan lokasi wokshop letaknya berdekatan. Disamping itu para pelaku usaha DIY juga akan diuntungkan karena waktunya lebih efisien, efektif dan focus.

Alasan Pameran Seni Kriya Yogyakarta di selenggarakan pada bulan Maret, karena pada Bulan Maret – April karena merupakan circle/agenda kunjungan tahunan para buyer’s luar negeri ke negara - negara produsen yang berkualitas ekspor termasuk ke Indonesia.

Pameran Seni kriya yang berkualitas ekspor diselenggarakan di DIY dengan tujuan untuk memperkenalkan lebih dekat para IKM/UKM eksportir dan calon eksportir kepada masyarakat, agent, buyer manca Negara dan diharapkan disamping memperoleh penjualan re tail juga mendapatkan penjualan order yang berkesinambungan IKM/UKM DIY peserta Pameran Seni Kriya dapat menaikkan kelas menjadi eksportir. Tujuan utamanya adalah dapat meningkatkan kinerja ekspor DIY dari tahun ke tahun, sehingga akan berdampak terhadap perluasan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi masyarakat DIY. (*)