2017, BCA Tingkatkan Pencadangan

Jahja Setiaadmadja (Okezone.com)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Total pencadangan kredit Bank  Central Asia (BCA) pada tahun 2017 mencapai Rp 14,6 triliun atau meningkat 5,2 persen dibanding dengan tahun 2016. Sehingga rasio pencadangan terhadap kredit sebesar 190,7 persen. 

"Posisi likuiditas dan permodalan yang sehat serta rasio kredit terhadap pendanaan mencapai 78,2 persen dan rasio kecukupan modal (CAR) mencapai 23,1 persen," kata Dirut BCA Jahja  Setiaadmaja di, Jakarta, Kamis (08/01/2018).

Menurut Jahja pada tahun 2017 portofolio  kredit meningkat 12,4  persen menjadi Rp 468 triliun yang ditopang oleh pertumbuhan dl seluruh segmen. Kredit korporasi tumbuh 14,5 persen menjadi Rp 177, triliun pada akhir tahun 2017. Pada triwulan akhir 2017, BCA melihat tingginya pencairan kredit korporasi sejalan  dengan siklus peningkatan permintaan kredit pada akhir tahun. 

"Kredit konsumer tumbuh 12,1 persen  menjadi Rp 122,8  triliun didukung oleh produk-produk kredit konsumer yang kompetitif. Pada portofolio kredit konsumer, Kredit Pemilikan Rumah (KPR) meningkat 14,2 persen  menjadi  Rp 73,0 triliun dan   Kredit Kendaraan Bermotor (KKB)  naik 10,0 persen  menjadi Rp 38, 3 triliun pada tahun 2017," tandasnya.

Jahja menambahkan outstanding kartu kredit meningkat 6,9 persen  menjadi Rp 11,5 triliun. Sementara itu kredit komersial dan UKM tumbuh 10,3 persen menjadi Rp 167, 5 triliun.  Sedangkan rasio kredit bermasalah (NPL) BCA pada level yang relatif rendah yaitu 1,5 persen pada akhir tahun.

 "Laba bersih sebesar Rp 23,3 triliun meningkat 13,1 persen dari tahun 2016 sebesar Rp 20,6 triliun. Pendapatan operasional yang terdiri atas pendapatan bunga bersih dan pendapatan operasional lainnya  tumbuh 6 persen dari Rp 53,8 triliun menjadi Rp 57,0 triliun. Pendapatan bunga bersih BCA meningkat 4,1 persen menjadi Rp 41,8 triliun sedangkan pendapatan operasional lainnya tumbuh 11,5 persen menjadi Rp 15,1 triliun." (Lmg)

Tulis Komentar Anda