Gabung DK PBB, Indonesia Minta Restu Rusia

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri meminta dukungan Rusia atas pencalonan Indonesia sebagai anggota tak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa periode 2019-2020. Hal itu akan dibahas dalam kunjungan Menlu Retno Marsudi ke Moskow pada 12-13 Maret ini. Di sana, dia akan bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.

"Walau lima negara anggota tetap DK PBB seperti Rusia tidak akan secara terbuka menyatakan dukungannya, tapi kami harap Rusia bisa berikan dukungan pada pencalonan RI di DK PBB," kata juru bicara Kemlu RI Arrmanatha Nasir.

Rusia adalah satu dari lima anggota tetap DK PBB. Bersama Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan China, Rusia mempunyai kewenangan untuk membatalkan atau memveto resolusi yang sudah disepakati mayoritas. Dewan Keamanan PBB terdiri dari 15 negara, yaitu lima anggota tetap dan sepuluh anggota tidak tetap yang setiap tahunnya dipilih lima negara.

Untuk periode 2019-2020 ada lima kursi kosong untuk diisi. Badan ini adalah satu-satunya badan PBB yang dapat membuat keputusan mengikat dan memiliki kekuasaan untuk menjatuhkan sanksi serta memerintahkan pengerahan kekuatan.

Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB akan berlangsung pada Juni mendatang. Indonesia bersaing dengan Maladewa untuk mewakili kawasan Asia Pasifik. Sebelumnya, Kemlu mengklaim sudah mengantongi cukup suara untuk bergabung dengan badan tersebut. (*)

Tulis Komentar Anda