Jateng Editor : Ivan Aditya Kamis, 08 Maret 2018 / 15:09 WIB

Kesemrawutan Terminal Bus Prembun Teratasi

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Pemerintah (Pemkab) Kebumen akhirnya lega setelah kesemrawutan Terminal Bus Prembun yang areal depannya selama bertahun-tahun digunakan berjualan oleh 171 pedagang, akhirnya berhasil teratasi setelah para pedagang tersebut direlokasi ke areal belakang terminal.

"Kesemrawutan areal depan Terminal Bus Prembun memang menjadi pekerjaan rumah kami selama bertahun-tahun. Para pedagang yang menggunakannya untuk berjualan setiap harinya selalu bersikeras tak mau pindah ke Pasar Prembun atau pasar tradisional lain," ujar Sekretaris Dinas Perhubungan Kebumen, Kinanto SIP, di ruang kerjanya, Kamis (08/03/2018).

Menurut Kinanto, selama bertahun-tahun sebagian areal depan terminal bus di Desa/Kecamatan Prembun Kebumen tersebut digunakan sebagai areal bongkar muat aneka komoditas pertanian. Aktifitas bongkar muat yang berlangsung pada dini hari itu kemudian dilanjutkan aktifitas berjualan oleh sekitar 171 pedagang hingga siang harinya.

"Yang menyebabkan semrawut adalah pembuatan lapak-lapak darurat di situ dan aktifitas jual beli hingga siang hari layaknya sebuah pasar. Padahal terminal diperuntukkan bagi kepentingan transit dan parkir kendaraan angkutan umum," ujar Kinanto.

Upaya pendekatan oleh Pemkab Kebumen kepada para pedagang tak menggunakan terminal untuk  berjualan, selama bertahun-tahun tak membuahkan hasil. Bahkan, awak bus-bus malam jurusan Jakarta maupun angkutan umum jurusan Wonosobo, Purworejo dan Mirit harus mengalah memarkirkan kendaraan mereka di tepi jalan raya di luar terminal.

"Sampai akhirnya kami menggagas untuk merelokasi mereka ke areal parkir kendaraan di bagian belakang terminal yang cukup luas dan beratap. Ketika kami musyawarahkan dengan mereka, ternyata mereka setuju," ujar Kinato.

Relokasi itu dilakukan dengan sebuah acara resmi oleh Wakil Bupati Kebumen, KH Yazidz Mahfudz, pada Minggu (04/03/2018) lalu. Tak hanya berdampak positip bagi kondisi Terminal Bus Prembun, relokasi itu pun ternyata menguntungkan pedagang karena mereka terlindungi dari guyuran hujan dan panas matahari. (Dwi)