Segera Proses Pantarlih, PPS Dilarang Terlibat Politik

M Zaenuri Iksan melantik PPS. (Foto: Dedy EW)

WONOSARI, KRJOGJA.com - Ketua KPU Gunungkidul M Zaenuri Iksan melantik 432 anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) di GOR Siyono, Playen, Kamis (08/03/2018). Dalam kesempatan tersebut, Zaenuri Iksan berpesan agar PPS yang telah dilantik jika sebelumnya pernah menghadiri sosialisasi dari parpol, tidak lagi terlibat politik. Karena sebagai penyelenggara pemilu harus indepensi.

“Tidak boleh PPS terlibat dalam politik, sesuai dengan kode etik. Oleh sebab itu, tugas di depan yang dekat yakni pembentukan petugas pemutakhiran data pemilih (pantarlih),” kata Zaenuri Iksan.

Kegiatan dihadiri Wabup DR H Immawan Wahyudi MH, Kapolres AKBP Ahmad Fuady, Anggota KPU DIY Siti Ghoniyatun SH, Anggota Panwaslu Roshita, komisioner KPU, camat dan undangan. Pembentukan pantarlih lanjutnya, segera diperlukan karena harus bekerja mulai pertengahan April mendatang. Tentunya dalam seleksi pantarlih harus professional. Jika sebelumnya ada pantarlih yang bekerja tidak baik, jangan dipergunakan kembali.

“Harus selektif dalam membentuk petugas pantarlih,” imbuhnya.

Wakil Bupati Gunungkidul DR H Immawan Wahyudi menuturkan, pelantikan PPS ini merupakan rangkaian menyongsong pemilu. Pada pelaksanaan pemilu 2019 mendatang merupakan babak baru karena sekaligus melakukan pemilihan DPR, DPRD, DPD, pemilihan presiden dan wakil presiden. Penyelenggara pemilu dituntun untuk independen, transparan dan akuntable dalam bekerja. Termasuk keberadaan PPS diharapkan memiliki integritas dalam bekerja. (Ded)

Tulis Komentar Anda