2019, Industri Asuransi Syariah Bakal Membaik

Syakir Sula (tengah) dan Nini Sumohandoyo (kanan) saat diskusi asuransi syariah (Rini Suryati)

JAKARTA, KRJOGJA.com - Pada tahun 2018 - 2019 nanti diperkirakan  asuransi syariah bakal membaik. Padahal, industri syariah cukup tertinggal ketimbang asuransi konvensional. 

Demikian ujar Nini Sumohandoyo Director Corporate Communication & Sharia Prudential dalam diskusi "Syariah Untuk Semua" yang bertempat di Resto Seribu Rasa, Menteng (07/03/2018).

Menurut Nini industri ini mampu mencatatkan pertumbuhan positif. Berdasarkan riset Sharia Consumer Survey 2016 yang dilakukan oleh Nielsen, sekitar 4.000 responden di 10 kota besar dengan target audience dari kalangan menengah atas menunjukkan, sebanyak 47% responden ingin membeli asuransi konvensional dan 40 persen asuransi Syariah.

"Tahun 2017 industri asuransi syariah tumbuh dengan kuat. Asuransi Syariah di Asia Pacific,  Equity fundnya mencapai 26,6 %, Indonesia terbaik dalam pertumbuhannya" ungkap Nini.

Nini menjelaaskan dengan pertumbuhan ekonomi yang ada, masih ada peluang bagi industri asuransi syariah untuk mencatatkan pertumbuhan yang cukup tinggi. Di antaranya menyasar segmen market yang tidak terlalu dijejali oleh para pemain konvensional.

Bahkan, kata Nini peningkatan industri asuransi jiwa syariah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, yang diprediksi bakal semakin berkembang.

Pakar ekonomi Syariah, Muhamad Syakir Sul menyampaikan peningkatan industri asuransi jiwa syariah diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.  menyampaikan, kinerja asuransi jiwa syariah akan semakin berkembang pada 2018 dan menjadi pilihan proteksi dan investasi masyarakat.

"Industri Syariah dalam lima tahun belakang ini terus tumbuh. Bukan hanya industri fashion syariah, makanan halal tapi juga perbankan dan Asuransi. Perlahan industri syariah menjadi life style" ujarnya.

Syakir Sula juga menambahkan, kendala utama industri asuransi syariah adalah permodalan dan sumber daya manusianya, namun  baru pada era pak Jokowi dukungan dari Pemerintah cukup besar, salah satunya dengan lahirnya Komite Nasional Keuangan Syariah ( KNKS) dengan ketuanya Presiden langsung. 

"Ini era baru, dengan dukungan dari pemerintah saya yakin industri ini akan tumbuh. Ini peluang besar untuk asuransi Syariah. Beberapa tahun lalu, asuransi syariah belum diminati, penetrasi rendah. Tapi begitu prudential masuk dalam industri asuransi syariah ini pertumbuhannya signifikan sampai 100 persen lebih, " tegasnya. (Ati)

Tulis Komentar Anda