DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 07 Maret 2018 / 16:21 WIB

Atasi Permasalahn Sosial, Gerakan ‘Ngajeni Diluncurkan ‘

WONOSARI, KRJOGJA.com - Bupati Gunungkidul Hj Badingah SSos meluncurkan dan mendeklarasikan Gerakan ‘Ngupadi Amrih Jejeging Jasmani lan Rohani’ (Ngajeni) di aula Kecamatan Semanu. Bersamaan Camat Semanu Huntoro Purbo Wargono SH mengukuhkan Satgas Gerakan Ngajeni.

“Melalui deklasrasi gerakan ini diharapkan mampu mengatasi permasalahan sosial. Baik itu bunuh diri, perceraian, nikah dini, kenakalan remaja dan lainnya,” kata Hj Badingah SSos, Rabu (7/3/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Susunan Satgas Gerakan ‘Ngajeni” diantaranya Pembina H Huntoro PW SH (Camat), AKP Sumarya (Kapolsek) dan Kapten Suwardi (Danramil), Ketua H Masduqi SAg (Kepala KUA Semanu), waket Dra Widiastuti MM (Sekcam Semanu), Sekretaris Sutarna SIP (Kasi Kesos kecamatan) dan wakil sekretaris Ahmad Munir SHI ( Penyuluh Agama Islam Fungsional).

Kegiatan dihadiri Kepala Kemenag Gunungkidul H Aidi Johansyah MA, Kasi Binmas Kemenag H Arif Gunadi MPd, Kepala Dinas Kebudayaan Agus Kamtono MSi dan undangan. “Gerakan ini diharapkan meminimalisir masalah sosial. Serta menjadi filter berkembangnya arus globalisasi dan modernisasi,” ucap Arif Gunadi.  

Huntoro Purbo di dampingi Ahmad Munir menambahkan, gerakan ‘Ngajeni’ dari istilah jawa berarti menghargai atau menghormati. Dalam mewujudkan ikhtiar merawat tegaknya kesehatan, kesehatan jasmani dan rohani. Gerakan ini memiliki lima sasaran meliputi ‘Ngajeni’ Agama, Negara, Nyawa, Keluarga dan Sesama.

“Setelah dibentuk satgas tingkat kecamatan, akan diikuti desa hingga dusun. Sehingga membangun kesadaran masyarakat untuk saling menghargai, merekatkan kembali tali persaudaraan sosial. Mencegah masalah sosial, serta menjadikan nilai agama dan budaya bangsa sebagai landasan persaudaraan,” jelasnya.(Ded)