Cek Harga Beras, Mendag Blusukan ke Pasar Legi

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito blusukan ke Pasar legi mengecek pergerakan harga beras. (Foto: Hari D)

SOLO, KRJOGJA.com - Blusukan ke Pasar Legi Solo, Menteri Perdagangan (Mendag), Enggartiasto Lukito memastikan harga beras akan turun hingga posisi normal menjelang bulan Puasa sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Skenario untuk menekan harga, kini tengah disiapkan, diantaranya menggelontorkan beras semaksimal mungkin kepada seluruh pedagang, sehingga ketersediaan bahan pangan ini di pasaran bebas melimpah.

Penggelontorana beras ke pedagang hingga tingkat eceran, ungkap Menteri Enggartiasto, menjawab wartawan, usai blusukan ke Pasar Legi, Selasa (6/3/2018), tak lagi menggunakan pola Operasi Pasar (OP) beras sebagaimana dilakukan dalam beberapa bulan terakhir. Seberapapun kebutuhan pasar, dapat terpenuhi, sebab persediaan beras pemerintah mencukupi, selain pula saat ini mulai memasuki musim panen raya.

Sejauh pemantauannya, harga beras dalam beberapa pekan terakhir mulai mengalami penurunan pada kisaran Rp 1.000 per kilogram. Beras kualitas medium misalnya, yang semula mencapai Rp 12 ribu per kilogram beranjak turun menjadi Rp 11 ribu per kilogram. Demikian pula harga beras kualitas premium yang sempat menyentuh angka Rp 14 ribu per kilogram, turun menjadi Rp 13 ribu per kilogram. Di sisi lain, harga beras OP Bulog yang dititipkan ke sejumlah pedagang di pasar tradisional, tetap pada level Rp 9.350 per kilogram.

Selain menekan harga beras hingga mendekati Harga Eceran Tertinggi (HET),  yakni Rp 9.450 per kilogram untuk kualitas medium dan Rp 12.800 untuk kualitas premium, Enggartiasto juga mempersiapkan skenario untuk menurunkan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok, seperti telor, daging, daging ayam, bawang, cabe dan sebagaianya. Harapannya, pada pekan-pekan terakhir memasuki bulan Puasa depan, harga seluruh kebutuhan pokok berada pada posisi normal, hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri, bahkan seterusnya.

Sementara itu, salah satu pedagang beras di pasar Legi, Sumartini, menjawab wartawan, mengungkapkan, dalam beberapa hari terakhir, harga beras secara bertahap memang beranjak turun, walaupun tidak terlalu besar. Hanya saja, kalangan pedagang belum bisa memastikan, penurunan tersebut akan berlanjut hingga menjelang bulan Puasa nanti, sebab kondisi pasar selalu berubah dengan cepat.

Tak hanya harga beras, tambah Sumartini, harga kebutuhan pokok yang lain setiap saat bisa turun ataupun naik, walaupun persediaan barang di pasaran sebenarnya mencukupi. Sebagai gambaran dia menyebutkan, setiap hari hanya bisa menjual beras sekitar 1 kuintal, sementara persediaan mencapai empat atau lima kali lipat. Pergerakan harga tidak selalu bergantung pada persediaan barang, namun ada hal-hal lain yang menurutnya sulit diuraikan.(Hut)

 

Tulis Komentar Anda