UIN Larang Mahasiswi Bercadar, Bagaimana Dengan UGM?

Ilustrasi. Foto: Dok

SLEMAN, KRJOGJA.com - UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menerapkan larangan bercadar untuk mahasiswinya terhitung Senin (5/3/2018) kemarin karena mengukuti pemerintah yang melarang organisasi Hisbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun langkah tersebut ternyata tak diikuti kampus lain yang beberapa waktu lalu juga sempat santer dikabarkan menjadi basis organisasi tersebut. 

Salah satu yang memilih tak menerapkan larangan tersebut adalah Universitas Gadjah Mada (UGM). Melalui Kepala Bagian Humas Dr Iva Ariani, UGM memastikan tak menerapkan larangan bercadar bagi mahasiswinya. 

“Sampai sekarang di UGM tidak ada larangan mahasiswa bercadar. Sejauh ini kami belum menemukan (mahasiswi bercadar) di wilayah kampus,” ungkapnya pada KRjogja.com Selasa (6/3/2018). 

Iva mengatakan UGM lebih fokus untuk menumbuhkan nilai-nilai nasionalisme guna menangkal ideologi macam HTI masuk ke wilayah kampus. “Karakter UGM itu menjunjung nilai kebangsaan, nasionalisme dan Pancasila, nilai-nilai itulah terus kami tumbuhnya di jiwa mahasiswa UGM,” sambungnya. 

Untuk memastikan kampus bebas paham radikal dan bertentangan dengan Pancasila, UGM juga terus melakukan langkah konkrit baik dalam tanah akademik maupun non akademik. “Dalam setiap kegiatan, misalnya saja mata kuliah di Fakultas Kedokteran ya ditanamkan bagaimana jadi dokter yang memahami nilai keberagaman dan cinta tanah air. Kami juga pastikan mahasiswa tersaring sejak PPSMB,” pungkasnya. (Fxh)

Tulis Komentar Anda