Siswa De Britto Ciptakan Biola Listrik dari Gagang Pel

Dave saat menunjukkan cara kerja biola listrik gagang pel buatannya (Harminanto)

YOGYA, KRJOGJA.com - Inovasi anak-anak Yogyakarta dalam berbagai hal memang tak ada habisnya. Kali ini datang dari salah satu siswa SMA Kolese De Britto yang mengubah gagang pel menjadi biola listrik dengan suara merdu layaknya biola mahal. 

Ialah Dave (17) siswa kelas XI IPS SMA Kolese De Britto yang membuat inovasi tersebut. Dave yang senang dipanggil Ciu menceritakan latar belakang hingga akhirnya tercipta alat musik dengan total biaya pembuatan Rp 200 ribu ini ketika berbincang dengan KRjogja.com Senin (5/3/2018) petang. 

Diakui Dave, ide membuat biola listrik datang kala ia bersekolah di kelas 3 SMP di daerah asalnya, Magelang Jawa Tengah. Kala itu Dave memutar otak setelah keinginannya memiliki biola listrik dengan harga Rp 1,5 juta tak direstui kedua orangtuanya. 

“Saya pingin punya biola listrik tapi tak dibeliin jadi muncul keinginan membuat biola sendiri dari alat yang ada. Awalnya dari kayu tapi jelek sekali, karena seadanya saat itu,” ungkapnya tersenyum. 

Karya biola listrik dari bahan daur ulang akhirnya terwujud saat sekolahnya saat ini, De Britto mewajibkan siswanya membuat karya ilmiah sebagai tugas sekolah. “Saya sempurnakan saja ide biola listrik, coba eksplore perkakas rumah di supermarket ternyata nemu gagang pel dari alumunium, dan cocok tinggal disempurnakan saja,” ungkap siswa yang kost di area Babarsari ini. 

Gagang kain pel alumunium tersebut dipotongnya sesuai ukuran yang dikehendaki lalu disesuaikan bentuknya dengan palu besi. Beberapa alat seperti tunner dan senar biola pun disematkan kemudian membuat susunan alumunium untuk menempatkan leher saat biola dimainkan. 

“Saya sesuaikan tunnernya hingga pas ukuran 4/4 dan skala pegangannya sesuai agar enak dimainkan. Bridge saya pasang, senar dan tunner juga di bagian belakang. Karena ini listrik maka suara (resonansi) keluar melalui alat yang disambungkan ke speaker dan bisa langsung dimainkan,” ungkap pemuda yang sejak kecil gemar utak-atik berbagai alat ini. 

Tak banyak biaya yang dikeluarkan untuk membuat biola listrik ini, hanya sekitar Rp 200 ribu yang sangat jauh ketimbang biola listrik pabrikan yang dijual di pasaran. “Lumayan bisa untuk latihan dan memuaskan hobi bermusik, tidak mahal juga biayanya, pas untuk anak kost,” imbuhnya. 

Dave sendiri kini menaruh detail pembuatan biola listrik gagang pel tersebut di perpustakaan SMA Kolese De Britto. Ia mempersilahkan siapapun untuk membuat apabila memang tertarik mempelajari biola namun tak memiliki banyak modal. 

“Silahkan siapa saja yang ingin belajar, saya tuangkan lengkap di makalah karya ilmiah saya di perpustakaan De Britto, mudah-mudahan bisa jadi inspirasi dan syukur-syukur bermanfaat,” ungkap pemuda yang enggan disebutkan nama lengkapnya ini. 

Inovasi Dave sendiri tak berhenti di biola listrik ini. Dalam waktu dekat, siswa yang sempat membuat speaker dan Virtual Reality (VR) dari karton ini bakal membuat inovasi meski belum bersedia disebutkan untuk bidang apa. (Fxh)

Tulis Komentar Anda