Jateng Editor : Ivan Aditya Senin, 05 Maret 2018 / 14:58 WIB

Pohon Manggis Berumur 100 Tahun Rindangi Kebumen

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Di sejumlah desa di Kecamatan Ambal, Mirit dan Buluspesantren Kebumen, ribuan pohon manggis berumur lebih dari 100 tahun dan masih produktif, hingga kini masih dilestarikan dan menjadi sumber penghasilan bagi para pemiliknya.

"Meskipun sudah berumur tua, namun hingga kini semua pohon manggis di desa kami masih rutin berbuah setiap tahunnya dan menjadi sumber pemasukan bagi kami," ungkap warga Desa Ambalresmi Kecamatan Ambal Kebumen, Walja (45), sebelum memanjat pohon manggis milik tetangganya, Aisyiah (60), Senin (05/03/2018).

Sedangkan Situr (75), ibunda Walja, yang menunggu di bawah pohon manggis yang dipanjat Walja menuturkan bahwa Ambalresmi sudah lama menjadi sentra manggis di pesisir Kebumen. Kendati sebagian besar umur pohon manggis di sini terhitung sudah tua, namun terlihat masih kokoh batangnya dan daun-daunnya terlihat rimbun dan segar.

Di musim panen, manggis Ambal yang bercita rasa manis dan segar biasanya membanjiri sejumlah pasar tradisional di Kebumen. Saat ini harganya Rp 10 ribu/kilogram di tingkat petani.

"Pohon manggis milik Bu Aisyiah ini umurnya konon sekitar 200 tahun, namun sampai sekarang masih terus berbuah setiap tahunnya. Kapan tepatnya pohon-pohon ini ditanam kami tak tahu. Namun menurut nenek saya di masa beliau masih kanak-kanak, pohon-pohon  ini sudah besar dan berbuah," tutur Situr.

Menurut Situr, pemilik kebun manggis di Ambalresmi dan desa-desa sekitarnya sebagian besar adalah keturunan maupun kerabat dari Bupati Ambal, KRAH Poerbonagara. Bupati Poerbonagara adalah Bupati Kabupaten Ambal. Kabupaten ini berdiri selama 44 tahun, sejak tahun 1828 atau di masa perang Diponegoro hingga tahun 1872.

"Dulu kebun manggis di Ambal dikenal sebagai kebun priyayi karena rata-rata dimiliki kerabat Bupati Ambal. Setelah tumbuh bagus di desa kami, konon selanjutnya meluas ke sejumlah desa di Kecamatan Mirit dan Buluspesantren dan dikenal sebagai manggis pesisir Urut Sewu," tambah Walja. (Dwi)