DIY Editor : Danar Widiyanto Senin, 05 Maret 2018 / 09:10 WIB

Diluar Dugaan, Penderita Katarak di Kulonprogo Cukup Banyak

WATES, KRJOGJA.com - Di Kabupaten Kulonprogo penyakit katarak mencapai jumlah lumayan banyak. Salah satunya karena angka harapan hidup sampai 75 tahun. Setiap tahunnya sekitar 400 orang membutuhkan operasi katarak.

Dikatakan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nyi Ageng Serang (NAS) Banguncipto Sentolo menjadi center atau pusat untuk operasi Katarak. "Karena kalau RSUD Wates yang Tipe B tidak boleh operasi yang mudah-mudah, untuk itu operasi massal (banyak) dikerahkan di RSUD NAS yang merupakan Tipe D dan sebentar lagi menjadi Tipe C," ujarnya pada bakti sosial atau pengabdian masyarakat dalam rangka Dies Natalis ke-72 Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Perawat (FKKMK) UGM, HUT ke-36 RSUP Dr Sardjito, HUT ke-6 RSA UGM, dan HUT ke-90 RSUP Dr Soeradji Tirtonegoro Klaten, Minggu (04/03/2018), di RSUD Nyi Ageng Serang Banguncipto Sentolo.

Pengabdian masyarakat berupa operasi katarak 37 orang, pembagian kacamata gratis, bedah rumah, pemeriksaan mata, konsultasi kesehatan dan gizi, pembagian kloset, dan lainnya. Dikatakan Direktur RSUD Nyi Ageng Serang dr Sandrawati Said MKes, dalam upaya membantu pengendalian dan pencegahan kebutaan akibat katarak, dilakukan operasi gratis setiap tahunnya dengan bekerjasama Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami)," ujar Sandarwati.

Panitia Dies, dr Handoyo Pramusinto SpBD yang juga mewakili Alumni FK UGM'81 menyatakan, kegiatan tersebut diadakan bekerjasama dengan Perdami dan Yayasan Dharmais. "Sudah tercapai semua. Sedangkan pemberian kloset tujuannya adalah berpartisipasi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat," katanya.

Di tempat yang sama, Titiek Soeharto dari Yayasan Dharmais menyatakan, kegiatan tersebut wujud dari Yayasan Dharmais untuk membantu masyarakat di Kulonprogo untuk operasi katarak. "Dari 105 pendaftar yang dioperasi ada 37. Setiap tahun bergiliran di tiap kabupaten. Ini merupakan tujuan dari yayasan untuk membantu masyarakat kurang mampu, tidak hanya katarak tetapi juga bibir sumbing, ataupun cangkok mata," imbuh Titiek.(Wid)