Olahraga Editor : Tomi sudjatmiko Senin, 05 Maret 2018 / 05:35 WIB

Herkis 'Curhat' Ditinggal Busari-Dirga

SLEMAN, KRJOGJA.com - Kisah sakit hati saat ditinggal kekasih mungkin biasa kita dengar sehari-hari. Namun, kali ini ungkapan perasaan itu muncul dari mulut Herry Kiswanto, pelatih PSS yang merasakan sakit lantaran ditinggal dua pemain senior Busari dan Dirga Lasut di musim kompetisi 2018 ini. 

Dirga Lasut terlebih dahulu hengkang ke Borneo FC kontestan Liga 1 sementara Busari memilih berseragam Persibat Batang untuk bernostalgia bersama pelatih semasa muda, Daniel Roekito. Padahal keduanya sudah sempat bersama Herkis saat menjalani laga ujicoba selebrasi juara Persebaya Surabaya beberapa waktu lalu. 

Di awal pembentukan tim, mungkin kepergian dua punggawa tersebut belum terlalu terasa bagi Elang Jawa. Apalagi kala itu PSS sempat menjadi juara Copa Sleman 2018 dengan mengalahkan tim Liga Malaysia yang kualitasnya tak main-main. 

Namun belakangan di tiga laga ujicoba kontra tim Liga 1 yakni Persebaya, Bhayangkara FC dan PSMS Medan, hilangnya peran jendral di lapangan tengah PSS begitu terasa. Prinsip permainan kolektif determinatif milik Herkis tak bisa terlihat sama sekali hingga Elang Jawa keok tiga kali di kandang. 

Di sisi lain, manajemen sebenarnya cukup berjuang mendatangkan pemain pengisi posisi playmaker. Beberapa nama sempat muncul salah satunya Samsul Chaerudin Bakri eks PSM namun perlahan menghilang karena berbagai alasan. 

Kepada wartawan usai laga melawan PSMS, Minggu (4/3/2018) Herkis akhirnya mencurahkan isi hatinya setelah kehilangan dua pemain berpengalaman di lini tengah PSS yakni Dirga Lasut dan Busari. “Padahal saya sudah minta diikat waktu lawan Persebaya dulu di Surabaya, tapi ternyata lepas juga. Sayang sekali karena sebenarnya dua itu yang saya harap ada di tim ini,” ungkapnya. 

Di laga kontra PSMS, Herkis yang terus berkoordinasi dengan asistennya, Seto Nurdiantoro memasang Ahmad Hisyam Tolle di posisi gelandang dengan tujuan mencari jendral yang belum kunjung ditemukan. Namun tetap saja ritme permainan Elang Jawa terasa belum ketemu dan jelas arah tujuan untuk mencetak gol. 

“Saya butuh sekali pemain yang bisa meredam kepanikan di tim misalnya saat kita ingin menyerang dengan determinasi tinggi. Ini belum kami temukan hingga saat ini, para gelandang juga masih terlihat belum lepas terlihat banyak umpan salah saat main,” imbuhnya. 

Kini, pelatih yang musim lalu menangani Persela Lamongan ini berharap manajemen segera mendapat pemain dengan karakter yang dibutuhkan dalam tim. Herkis pun tetap yakin PSS bisa berbicara banyak di kompetisi Liga 2 2018 dan merebut tiket promosi. 

“Yang sudah dibelakang tak perlu dibesar-besarkan karena sekarang tugas kami berjalan kedepan banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan. Kami akan terus berusaha mempersiapkan tim ini sebaik mungkin,” pungkasnya. (Fxh)