Olahraga Agregasi    Jumat, 02 Maret 2018 / 21:23 WIB

PBSI Siap Sanksi Atlet yang Terlibat Pengaturan Skor

Notice (8): Undefined variable: ads [APP/View/News/read.ctp, line 83]

JAKARTA (KRjogja.com) – Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) tak akan pandang bulu soal kasus pengaturan skor, baik yang dilakukan oleh pihak di dalam pemusatan latihan nasional (pelatnas) atau di luarnya, terutama bagi pemain. Hal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto.

"Begitu terbukti pasti itu merupakan 'the end for their career'. Kami tak peduli dia pelatnas atau non-pelatnas, pokoknya selama dia pemain Indonesia dan ketahuan fixing, ya selesai. Kami sudah tak mau lagi mendaftarkan mereka di turnamen, selesai," kata Achmad Budiharto saat ditemui di Cipayung, Jakarta, Kamis (1/3/2018).

Your block here

Apa yang diungkapkan Budiharto ini menyangkut kasus dunia bulu tangkis yang sedang hangat saat ini, yaitu kasus pengaturan skor yang dilakukan oleh dua pemain Asosiasi Bulu Tangkis Malaysia (BAM). Hal tersebut dilakukan kedua pebulu tangkis Malaysia yakni Zulfadli Zulkifli dan Tan Chung Sean. Menurut Budiharto, kasus ini juga pernah dilakukan pebulu tangkis Indonesia.

"Sebenarnya kemarin ada pemain Indonesia yang terindikasi kasus serupa. Pemain bersangkutan sudah disidang BWF dan langsung kami banned. Kami sudah banned dia pada akhir tahun lalu," kata Budiharto.

Ia mengatakan, pebulu tangkis Indonesia yang terlibat pengaturan skor tersebut merupakan pemain non-pelatnas yang bermain di nomor ganda putra dan ganda campuran. Saat ini, PBSI sudah tidak mengizinkan sang pemain untuk mengikuti berbagai turnamen bulu tangkis, baik skala nasional maupun internasional.

"Kalau dicermati, jika ada pemain yang biasanya sering ikut turnamen tetapi sekarang tidak, ya berarti dialah orangnya. Kalau kalian ikuti perkembangan pasti tahu. Biasanya dia ada di mana-mana, dan per akhir tahun kemarin sudah enggak pernah ada. Dia pemain senior kok," ujar Budiharto. (*)