Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Jumat, 02 Maret 2018 / 18:06 WIB

Ramah Lingkungan dan Super Kuat, Gypsum Gyproc Gantikan Dinding Bata


SLEMAN, KRJOGJA.com - Pembangunan properti di DIY  sudah mengarah ke konsep 'Green Building' dimana melalui konsep 'Bangunan Hijau' diharapkan dapat mendorong efisiensi energi dan tentunya lebih ramah lingkungan. Isu-isu lingkungan seperti pemanasan global, perubahan iklim, tidak bisa tidak telah menuntut kita penghuni bumi untuk berubah agar keberlangsungan habitat tetap terjaga.

"PT Saint-Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI) atau dapat juga disebut dengan Saint-Gobain Gyproc Indonesia terus melakukan inovasi demi terciptanya bahan bangun ramah lingkungan demi menjaga kelestarian lingkungan. Kehadiran produk Gyproc di DIY saat ini diharapkan dapat menjadi alternatif sebagai bahan bangunan ramah lingkungan," kata Brand & Marcomm Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia  Rini Anggraeni  didampingi Technical Support & Specification Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia Kriswido Prasetya kepada para jurnalis dalam acara Sharing Session bersama Gyproc di Hotel Eastparc Yogyakarta, Jumat, (02/03/2018). 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Menurut Rini selain sebagai upaya untuk memenuhi permintaan akan kebutuhan bahan bangunan yang meningkat seiring dengan pertumbuhan bangunan di kota ini. Bahkan, konsep ‘bangunan hijau’ (green building) saat ini tengah gencar dikampanyekan karena sebagai suatu pendekatan perencanaan bangunan guna meminimalisir berbagai pengaruh membahayakan bagi kesehatan manusia dan lingkungan. 

Ketua Ikatan Arsitek Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta Ahmad Saifudin Mutaqi menjelaskan konsep Green Building itu sendiri salah satunya terkait dengan pemilihan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Selain itu, perlunya peran stakeholder untuk menerapkan konsep green building agar dapat mengurangi tingkat risiko kerusakan lingkungan, dan terciptanya kualitas hidup yang lebih baik bagi manusia atau penghuni bangunan tersebut.

"Tujuan utamanya, guna menciptakan eco-design, arsitektur ramah lingkungan, arsitektur alami, serta pembangunan berkelanjutan," tambahnya.

Technical Sales Development Manager Saint-Gobain Gypsum South East Asia Jose Carlos mnkjelaskan Negara tetangga kita yaitu Singapura, masyarakat di Singapura telah banyak menggunakan drywall.

”Pemerintah Singapura tengah mendorong penggunaan drywall untuk menggantikan dinding bata sebagai usaha perlindungan terhadap lingkungan. Bahkan keseriusan pemerintah Singapura tersebut telah diwujudkan dalam bentuk regulasi dan menargetkan 80 persen dari bangunan-bangunan yang ada di sana, sudah tersertifikasi ‘green mark’ pada tahun 2030 nanti.”

Gyproc baru-baru ini meluncurkan inovasi produk lainnya, yang tak kalah revolusioner yaitu Habito. Sebuah sistem dinding kering Gyproc yang menawarkan kenyamanan serta efisiensi proses pembangunan dengan beberapa kelebihan seperti: lima kali lebih kuat daripada dinding gypsum standar, lebih tahan terhadap guncangan yang terus menerus, memiliki insulasi suara yang lebih baik, mudah dipasang, serta mampu menahan beban hingga 30 kg per titik pemasangan. (Tom)