BERSENJATA PEDANG DAN AIR SOFT GUN

Belasan Pelaku Klithih Ditangkap Polisi

Kapolres menunjukkan barangbukti berupa pedang. (Foto: Sri Warsiti)

KLATEN, KRJOGJA.com - Belasan remaja pelaku klithih ( kekerasan) ditangkap anggota Polres Klaten. Dari komplotan tersebut diantaranya berhasil disita sebilah pedang dan senjata jenis air soft gun.

Kapolres Klaten AKBP Juli Agung Pramono Kamis (22/2/2018) petang mengemukakan, komplotan pelaku kekerasan tersebut berhasil diciduk setelah Rabu, 21 Februari sekitar pukul 02.00 WIB, dua diantara pelaku, yakni Rag dan Har yang tergabung dalam geng Loco Yorindos dengan pimpinan NFP melakukan pengejaran terhadap seseorang di jalan By Pass Klaten, hingga masuk ke kampung.

Namun demikian para pelaku gantian dikejar oleh warga kampung hingga berhasil ditangkap di Desa Karanganommudal.  Selanjutnya para pelaku diserahkan ke kepolisian.

Hasil pemeriksaan petugas, para pelaku yang tertangkap warga tersebut, ternyata juga pelaku penganiayaan di Rawa Jombor, Krakitan, Bayat Klaten . Hasil pengembangan, aparat kepolisian berhasil menangkap para pelaku lainya.

Kapolres Juli agung lebih lanjut mengemukakan sejak Oktober 2017 hingga 20 Februari 2018 telah menerima 14 laporan polisi khusus tentang geng motor yang meresahkan masyarakat.

Menurut Kapolres, pada dasarnya klub motor bagus jika tertib lalulintas, taat hukum dan mengedepankan bakti sosial atau hal-hal positif lainya. Sayangnya ada yang menyimpang,  karena melengkapi diri dengan senjata tajam dan lainya, hal ini digunakan untuk saling pukul saling membalas dan melukai orang yang dianggap kompetitornya.

Orangtua diharapkan mengawasi anak-anaknya, setidaknya tahu, siapa kawan bermainya dan alamatnya dimana, serta aktifitas keseharianya. Hal itu untuk meyakinkan jika anak-anak bergabung dengan kawan yang baik, dan berada di tempat yang benar.
 
“Ketika anak harus keluar malam hari, perlu dicermati orangtunya. Jika memang harus mencari keperluan sekolah sebaiknya malam hari didampingi.  Kalau lewat jam 10 malam itu cari apa, toko kan rata-rata tutup jam 21.00 WIB, lalu apa yang dikerjkaan, ini orangtua mesti tahu. Harus komunikasi aktif dengan guru, kadang di sekolahdan di rumah anak-anak terlihat santun, tapi di luar kegiatan sekolah atau di luar rumah mereka menyimpang, ini yang perlu diwaspadai,” kata Kapolres.(Sit)

Tulis Komentar Anda