Romo Prier Bertemu Kapolda, Sampaikan Alasan Mengapa Memaafkan Pelaku

Romo Prier dan Kapolda DIY memberikam pernyataan ke media usai bertemu di Mapolda DIY. (Foto: Harminanto)

SLEMAN, KRJOGJA.com - Romo Karl Edmund Prier salah satu korban penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman Minggu (11/2/2018) lalu, mengunjungi Polda DIY Rabu (21/2/2018) pagi. Romo Prier berbincang santai dengan Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri sebelum bertemu media sesaat sebelum meninggalkan Mapolda DIY.

Kepada wartawan, Romo Prier mengungkap maksud kedatangan ke Mapolda DIY tak lain untuk menyampaikan terimakasih kepada jajaran kepolisian yang bertindak cepat saat peristiwa kekerasan terjadi di gereja tepat sepuluh hari lalu. “Saya ingin berterimakasih karena polisi membantu menangani kasus ini dengan baik,” ungkapnya.

Baca Juga: Pembacokan Terjadi, Ini Tanggapan Sri Sultan HB X

Romo Prier juga mengatakan bahwa ia telah memaafkan pelaku, Suliono meski luka di bagian kepala hingga saat ini belum sembuh betul. “Saya juga ingin mengatakan bahwa saya tidak ada apa-apa dengan pelaku, saya memaafkan dia,” ungkapnya tersenyum.

Ketika ditanya wartawan alasan memaafkan pelaku, Romo Prier menceritakan bahwa hal tersebut adalah sebuah kewajiban bagi seorang manusia. Menurut dia, ajaran agama yang diyakininnya menyebutkan bahwa sesama manusia harus saling memaafkan satu sama lain.

“Injil jelas menyatakan, setiap hari kita mendoakan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni yang bersalah kepada kami, jadi ini harus dilaksanakan juga dong. Tidak dibalas dengan emosi,” ungkapnya lagi.

Sementara ketika ditanya apakah hendak menemui pelaku dalam waktu dekat, Romo Prier mengaku bahwa sebenarnya ia sangat ingin berjumpa secara langsung untuk menyampaikan bahwa ia memaafkan. Namun, lantaran kondisi pelaku yang belum memungkinkan dari banyak segi maka niatan tersebut tak bisa dilaksanakan.

“Sebenarnya iya (ingin bertemu), tapi setelah saya lihat dia fanatis mungkin tidak ada gunannya. Saya berharap dia sadar karena mungkin dia keliru melakukan tindakan yang kemarin,” ungkapnya lagi.

Di hadapan wartawan, Romo Prier juga sempat memberikan pesan pada umat Katolik khususnya di wilayah DIY agar tak lagi takut akan aksi kekerasan intoleran. “Umat jangan lagi takut seperti saya juga tidak takut, malah harus semakin mantap kedepan,” pungkasnya.

Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri mengatakan kedatangan Romo Prier sebenarnya diluar maksud awal pihak kepolisian. Kapolda mengungkap pada awalnya ia yang hendak datang ke gereja untuk berbincang dengan Romo Prier karena kesehatan Romo Prier belum pulih 100 persen.

“Namun malah beliau secara khusus datang ke Mapolda, bersama romo-romo yang lain untuk menyampaikan terimakasih atas penanganan kasus penyerangan kemarin. Meski secara terbuka romo menyampaikan tidak ada dendam pribadi pada pelaku namun tanggung jawab negara melalui Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk mengusut kasus ini hingga tuntas akan tetap dilaksanakan,” ungkap Kapolda. (Fxh)

Tulis Komentar Anda