Gaya Hidup Agregasi    Rabu, 21 Februari 2018 / 04:14 WIB

Lima Mendidik Anak Laki-Laki Menjadi Pria Sejati

SEMUA ibu menyayangi anak laki-lakinya. Ketika kecil, perlakuan terhadap anak laki-laki dan anak perempuan hampir tidak jauh berbeda. Si kecil yang lucu dan menggemaskan dicium, dicubit pipinya, digendong, dan dipeluk-peluk.

Tetapi, sampai kapan anak laki-laki diperlakukan seperti itu? Apakah dengan cara mengasuh seperti itu dia akan tumbuh menjadi pria sejati? Seperti dilansir Familyshare, Selasa (20/2/2018), anak laki-laki punya tantangan hidup yang lebih sulit dan menantang. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Tugas orangtua adalah mendidik anak laki-laki dengan lembut namun tetap menjadikan mereka memiliki jiwa yang kuat.

Seperti mengajari mereka mendapatkan uang dengan cara yang jujur, memahami mesin mobil, megerti bahwa ke kecantikan batin jauh unggul daripada kecantikan luar, cara membela diri, menghadapi bullying, melawan diskriminasi, berani mengatakan “tidak”, dan lain sebagainya. Maka berikut ini 5 cara mengajarkan anak laki-laki menjadi pria sejat

Menjadi orang yang pengertian

Ini termasuk mengajarkan mereka punya rasa belas kasih dan empati terhadap orang lain. Cara terbaik mengajarkan hal ini kepada sang putra adalah dengan menjadi contoh. Penting bagi anak melihat Anda bersikap baik hati dan perhatian pada semua jenis makhluk hidup dalam situasi dan kondisi apa pun. Dorong anak laki-laki untuk peduli terhadap lingkungan, teman sesama, dan apa pun yang ada di sekitar mereka.

Bantu dia tetap fokus

Ada pepatah mengatakan bahwa "Jika Anda mengejar dua ekor kelinci, keduanya akan lolos." Nah, ini mungkin sebuah analogi yang berguna ketika menjelaskan manfaat dan kekuatan fokus pada anak. Bantu mereka mengatur pikiran agar konsentrasi, fokus pada tujuan dan produktif. Dengan begitu hasil akan mengikuti.

Ajarkan dia bagaimana menjadi orang yang koperatif

Kerjasama adalah kunci untuk menyelesaikan segala persoalan. Ajari mereka bahwa kerja sama adalah prinsip moral yang lebih tinggi daripada persaingan. Tapi tetapi ajari mereka memahami bahwa bersaing bisa menjadi kekuatan yang memotivasi beberapa orang lainnya.

Menjadi orang yang dinamis

Orang yang dinamis itu istimewa dan dunia ini membutuhkan orang yang karismatik dan berpengaruh. Ada quote berbunyi, "Kehidupan yang kuat dimotivasi oleh tujuan dinamis" (Kenneth Hildebrand). Dukunglah anak-anak untuk menjadi pribadi yang dinamis.

Jelaskan pentingnya rendah hati

Menjadi rendah hati adalah salah satu hal tersulit bagi manusia untuk dipraktikan. "Menjadi rendah hati berarti mengenali bahwa kita tidak berada di Bumi untuk melihat betapa pentingnya kita, tapi untuk melihat seberapa besar perubahan yang dapat kita buat untuk kehidupan orang lain." (Gordon B. Hinckley) Pastikan anak-anak mengerti bahwa mereka tidak jauh lebih baik dari orang lain. (*)