Jateng Editor : Ivan Aditya Selasa, 20 Februari 2018 / 01:17 WIB

Astro Sumber Energi Alternatif Kincir Tambak Udang

PURWOREJO, KRJOGJA.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Indonesia (UII) angkatan 56 yang ditempatkan di Desa Jogoboyo dan Gedangan Kecamatan Purwodadi Kabupaten Purworejo, merancang alat Aerator Storage (Astro). Alat tersebut menjadi umber energi listrik alternatif untuk menggerakan kincir tambak udang.

Astro dirancang gabungan mahasiswa Program Studi (Prodi) Teknik Elektro dan Teknik Mesin. "Hasil kajian kami, salah satu kendala budidaya udang adalah penyediaan energi untuk menghidupkan kincir air. Kincir sangat vital dalam budidaya, tidak ada alat itu, udang akan mati," ujar mahasiswa Teknik Elektro UII, Akhid, kepada KRJOGJA.com, Senin (19/02/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Kebanyakan petambak di Jogoboyo dan Gedangan mengandalkan mesin diesel berbahan bakar solar untuk mengoperasikan kincir. Biaya pembelian bahan bakar untuk satu tambak setiap kali musim tanam, rata-rata Rp 5 juta - Rp 6 juta.

Mereka belum menggunakan kincir listrik karena aliran dari PLN sering padam. Apabila listrik padam dan kincir tidak hidup dalam beberapa jam, katanya, udang stres serta mengalami gangguan pertumbuhan.

Padahal penggunaan kincir listrik dinilai mampu menghemat biaya. "Perhitungan kami dan hasil pengamatan pada petambak yang sudah gunakan listrik, beban energi hanya Rp 2,5 juta - Rp 3 juta permusim," ungkapnya.

Mahasiswa Teknik Mesin UII Fhendri menambahkan, Astro memiliki akumulator untuk menyimpan energi ketika aliran listrik PLN menyala. Alat dilengkapi Automatic Transfer Switch (ATS) sehingga akumulator otomatis menyuplai energi untuk menggerakkan kincir ketika listrik PLN padam. (Jas)