DIY Editor : Tomi sudjatmiko Kamis, 15 Februari 2018 / 07:37 WIB

Enam Orang Terjaring Razia PGOT

WATES, KRJOGJA.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Kulonprogo menggelar razia terhadap pengemis gelandangan dan orang terlantar (PGOT), Rabu (14/02/2018) dengan menyisir wilayah Kecamatan Wates, Temon, dan Pengasih. 

Petugas berhasil mengamankan 3 orang dengan masalah kejiwaan (ODMK) dan 3 anak punk. "Keenam orang tersebut langsung dikirim ke Asesment Karangkajen Mergangsan Yogyakarta," terang Plt Kasat Satpol PP Kulonprogo Drs Duana Heru Supriyanta MM, Rabu (14/02/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Ketiga OMDK, kata Duana, terjaring di Jalan Mandung atau dekat UNY Kampus Wates, di dekat Stasiun Wates, dan depan Pasar Bendungan. Adapula yang langsung lari setelah lihat mobil patroli. "Sedangkan yang tiga orang anak punk terdiri 2 pria dan 1 wanita di samping pom bensin pangkalan. Mereka berasal dari Tasik dan tanpa Identias," ujarnya. 

Duana menambahkan, tujuan razia PGOT adalah untuk menciptakan lingkungan yang aman, tenteram dan tertib serta kondusif. 

"Yang jelas agar bersih dari PGOT baik psikotik, pengemis, gelandangan, orang terlantar, maupun anak punk. Karena banyak masukan dari masyarakat terkait PGOT yang meresahkan dan mengganggu, bahkan kalau malam kadang oleh warga diamankan dan diserahkan ke Satpol PP," ujarnya.

Duana menambahkan khusus anak-anak punk sedapat mungkin dibina, diarahkan, disekolahkan atau mendapatkan keterampilan agar hidup mandiri, sehingga tidak hidup di jalanan lagi. "Apabila masih memiliki keluarga dikembalikan lagi kepada keluarganya masing-masing," pungkasnya. (Wid)