Jelang Imlek, Warga Tionghoa Doa Bersama

WS Adjie Chandra dari MAKIN (Majelis Agama Kong Hu Cu Indonesia) Solo emimpin doa bersama jelang Tahun BaruImlek (Franz)

YOGYA, KRJogja.com - Ratusan warga Tionghoa berdoa agar di Tahun Anjing (Imlek 2569/2018) semua hal yang ingkar dari kebijakan  tidak terjadi lagi. Selain juga rasa syukur karena telah melalui Tahun Ayam (2568/2017) dengan selamat, Rabu (14/02/2018) di Klenteng TITD Tjen Ling Kiong, Poncowinatan Yogya. 

Doa berangkat dari keprihatinan banyaknya peristiwa menyedihkan seperti, intoleransi yang mengancam persatuan dalam keberagaman, upaya memecah belah umat beragama, bencana alam banjir, tanah longsor,  pejabat yang menyalahgunakan kewenangan sebagai abdi masyarakat  dengan korupsi, kolusi.

"Selain bersyukur atas keselamatan, kami juga mohon Thian (Tuhan) memberkati pemimpin dan pemuka bangsa untuk tetap semangat membangun masa depan sejahtera sentosa, dan di Tahun Anjing negara, rakyat mendapat perlindungan Thian (Tuhan)," ucap  WS Adjie Chandra dari MAKIN (Majelis Agama Kong Hu Cu Indonesia) Solo saat memimpin doa bersama. Doa Bersama mendapat pengamanan dari Polda DIY termasuk dengan mengerahkan satwa 

Umat dan warga Tionghoa berdatangan bersama keluarga, berdoa masing-masing Pukul 10.00 WIB, doa bersama dimulai Pukul 11.00 WIB ditandai pemukulan lonceng dan bedug. Doa bersama dengan penghormatan pada Tuhan, pay (sujud) 9 kali.  "Sembahyang kepada Tuhan YME dengan 3 dupa membawa makna dalam hidup tidak lepas 3 unsur Tuhan pencipta, manusia dan mahluk yang dicipta, alam semesta harus harmonis," ungkap Adjie. 

Usai doa bersama dilanjutkan pemotongan tumpeng menunjukkan akulturasi budaya Tionghoa-Jawa dan ramah tamah makan bersama dalam suasana kekeluargaan. (M-3)

Tulis Komentar Anda