DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 14 Februari 2018 / 16:16 WIB

Mbah Joyo Rajai ‘Tinju Ayam’

BANTUL, KRJOGJA.com - Mbah Joyo Team Yogyakarta satu-satunya wakil DIY yang berhasil meraih juara 2 dalam kejuaraan 'tinju ayam' Kromo Joyo Cup II tahun 2018. Event yang diadakan oleh Dinas Peternakan Kabupaten Grobogan Jawa Tengah akhir pekan lalu itu bertaraf nasional.

Dalam ajang tahunan itu, ayam milik Sutrajaya atau yang lebih beken dengan sebutan Mbah Joyo merajai kelas Mega Bintang. Bagi lelaki yang juga pembina Penghobi Tinju Ayam Nusantara itu pencapaian di Grobogan itu pertama diawal tahun 2018. Mbah Joyo optimis serangkaian agenda lomba tahun 2018  bakal memberikan berprestasi lebih baik.

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

"Dalam lomba Kromo Joyo Cup dan kejuaraan tinju ayam lainnya semua non judi. Tinju ayam itu justru sebagai program kegiatan untuk menghilangkan perjudian dalam adu ayam," ujar Mbah Joyo disela menemui silaturahmi dari Paguyuban Kandang Kecroh Nusantara (KKN) Maguwo Sleman di Jalan Imogiri Timur Tamanan Banguntapan Bantul, Rabu (14/02/2018).

Dijelaskan dalam kejuaraaan tinju ayam Kromo Joyo Cup tersebut peserta tidak hanya datang dari Jawa, namun mereka datang dari berbagai daerah diseantero Indonesia. Sebagai Pembina Penghobi Tinju Ayam Nusantara, Mbah Joyo punya komitmen bagaimana mencegah praktik judi masuk didalamnya setiap perhelatan tinju ayam.

Dalam setiap ajang tinju ayam, panitia menerapkan sejumlah aturan agar selama ditandingkan ayam tersebut tidak sakit atau terluka. Salah satunya dengan membungkus taji (jalu) ayam setiap pertandingan.

Selain itu, dalam tinju ayam tersebut juga dilakukan penimbangan berat sebelum turun gelanggang. "Misalnya untuk kelas Mega Bintang, berat ayam  3,2 kg lawannya juga beratnya sama, demikian juga berat  2,8 lawannya juga setera," ujar Mbah Joyo.

Dengan aturan seperti itu harapannya ayam tidak akan sakit, karena sudah terjamin tingkat keamanannya. Dari kegiatan itu sendiri merupakan peluang untuk membuka usaha, artinya budidaya ayam itu jika ditekuni jadi peluang usaha dengan keuntungan menjanjikan.

“Potensi ayam untuk jadikan peluang usaha sangat menjanjikan, kesempatan ini harus kita tangkap, sekali lagi saya tegaskan lagi bahwa kontes ini merupakan tinju ayam non judi,” ujarnya.

Mbah Joyo mengatakan, serentetan prestasi yang sudah diraih diantaranya, juara 1 di Bandung tahun 2016 dan Joyo Boyo Cup di Kediri, juara 1 di Makasar, Lapangan Tembak  Malang. Sementara persiapan terus dilakukan untuk menghadapi tinju ayam di Bogor dan Semarang awal Maret. (Roy)