DIY Editor : Ivan Aditya Rabu, 14 Februari 2018 / 17:26 WIB

Gusdurian Gelar Doa Bersama di Gereja Santa Lidwina

SLEMAN, KRJOGJA.com - Tiga hari pasca penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman, gelombang empati dari berbagai pihak masih terus mengalir. Komunitas umat Muslim Gusdurian yang secara khusus datang dan menggelar doa bersama perwakilan gereja, Rabu (14/02/2018).

Suasana hangat dan syahdu terlihat saat lagu Indonesia Raya dikumandangkan umat Katolik dan Gusdurian yang hadir di halaman gereja. Kebersamaan tulus terlihat dari raut wajah orang-orang yang berkumpul di lokasi tersebut sore ini.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Ketua Majelis Dzikir Gusdurian DIY, KH Umarudin Masdar mengatakan kedatangan ke Gereja Santa Lidwina merupakan bentuk empati dan rasa prihatin atas kejadian kelabu Minggu (11/02/2018) lalu. Secara khusus Umarudin mengungkap umat muslim merasa terluka dengan kejadian yang menimpa umat dan romo di Gereja Santa Lidwina kemarin.

“Kami menyampaikan empati dan turut prihatin atas kejadian di Santa Lidwina. Kami berdoa semoga umat dan romo yang terluka lekas diberikan kesembuhan. Kami berharap peristiwa kemarin adalah yang terakhir karena kami juga merasakan sakit yang sama ketika ada sesama manusia yang jadi korban kekerasan,” ungkapnya.

Umarudin juga menyampaikan sudah seharusnya masyarakat Indonesia memahami makna perbedaan yang memang menjadi bagian dari kehidupan. “Saling memberi dan saling menerima perbedaan perlu jiwa besar, saling menghormati dan saling memuliakan jadi hal yang ingin kami wujudkan sesuai apa yang diajarkan Gus Dur,” sambungnya.

Sementara Romo Yohanes Dwi Harsanto, romo paroki Kumetiran yang menaungi Gereja Santa Lidwina menyampaikan terimakasih atas dukungan luar biasa dari berbagai pihak selama ini. Menurut dia, apa yang dilakukan berbagai elemen masyarakat menjadi penghiburan luar biasa bagi umatnya setelah kejadian kelabu beberapa hari lalu.

“Begitu luar biasa penghiburan yang kami dapatkan, dan kami menyampaikan terimakasih banyak. Semoga kejadian di Bedog kemarin jadi yang terakhir dan tidak ada lagi kekerasan menimpa siapapun di Indonesia ini. Semoga silaturahmi kami dengan saudara lintas iman terus terjaga hingga masa-masa kedepan,” ungkapnya.

Pada akhir silaturahmi dilakukan pemberian bunga tanda kasih sayang dan persaudaraan dari Gusdurian ke perwakilan gereja. Tak hanya itu, perwakilan Gusdurian juga menyematkan pita merah pada romo sebagai perwakilan Umat Katolik yang menyatakan Yogyakarta dan Indonesia tidak takut dengan teror apapun. (Fxh)