DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 14 Februari 2018 / 15:21 WIB

PKS Ajukan 9 Capres Pemilu 2019, Ini Nama-Namanya

SLEMAN, KRJOGJA.com - 1228 legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rabu (14/2/2018) memulai hari pertama pelaksanaan Rembug Legislator dan Ngaji Budaya di Alana Hotel Sleman Yogyakarta. Secara resmi, Dewan Syuro PKS menetapkan 9 nama kader yang nantinya akan dijadikan calon presiden (capres) untuk pemilu 2019.

Tidak main-main, sembilan capres yang juga kader PKS tersebut langsung mendapatkan tugas untuk menjadi juru kampanye dalam masa pemilihan kepala daerah (pilkada) 2018 di daerah yang diikuti partai tersebut. AlMuzammil Yusuf, Wakil Ketua Tim Pemenangan Pemilu (TPP) PKS secara langsung menyampaikan ketugasan tersebut dihadapan media dalam sesi konferensi pers Rabu (14/2/2018) siang.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

“Sembilan capres nantinya akan menjadi juru kampanye di 135 daerah di mana PKS ikut dalam kontestasi politik tersebut. Selain berusaha memenangkan calon yang diusung PKS, mereka juga bertugas memberikan pengetahuan bahwa ada calon-calon potensial selain nama-nama lama,” ungkapnya.

AlMuzammil juga mengungkap PKS menargetkan kemenangan mencapai 60 persen dari pilkada di 135 daerah tingkat 1 dan tingkat 2. “Kami yakin bisa mencapai 60 persen kemenangan karena punya mesin solid hingga ke tingkat bawah,” sambungnya.

Berikut 9 nama yang diajukan jadi capres oleh PKS :

1. Ahmad Heryawan, Gubernur Jawa Barat

2. Hidayat Nur Wahid, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS

3. Anis Matta, Wakil Ketua DPR RI

4. Irwan Prayitno, Gubernur Sumatera Barat

5. Muhammad Sohibul Iman, Presiden PKS

6. Salim Segaf Al Jufri, Ketua Majelis Syuro PKS

7. Tifatul Sembiring, Mantan Menkominfo

8. Al Muzammil Yusuf, Anggota DPR RI

9. Mardani Ali Sera, Ketua DPP PKS

Calon-calon ini nantinya bakal diajukan dalam pendaftaran capres yang berlangsung bulan Agustus 2018. “Siapa-siapa yang fix didaftarkan nanti tergantung partai lain yang menjadi mitra koalisi fix PKS karena saat ini tidak ada partai yang bisa mengusung presiden tanpa koalisi,” pungkas AlMuzzamil. (Fxh)