Jateng Editor : Ivan Aditya Rabu, 14 Februari 2018 / 13:51 WIB

10 Tahun Kapanasan dan Kehujanan, Patung Slamet Riyadi Dimandikan

SOLO, KRJOGJA.com - Sejak berdiri di kawasan bunderan Gladag sekitar sepuluh tahun lalu, patung Slamet Riyadi dimandikan menggunakan mobil pemadam kebakaran, Rabu (14/02/2018). Ukuran patung yang sangat besar dan menjulang membuat proses pembersihan harus menggunakan tangga bertingkat yang terpasang di mobil pemadam kebakaran.

Kepala Dinas Kebakaran, Gatot Sutanto mengungkapkan aksi bersih-bersih patung Slamet Riyadi merupakan rangkaian peringatan HUT ke-99 pemadam kebakaran. Kepahlawanan Slamet Riyadi menjadi bahan refleksi tersendiri dalam momentum ulang tahun pemadam kebakaran tahun ini.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Jika tahun-tahun sebelumnya peringatan HUT pemadam kebakaran ditandai dengan upacara, tahun ini lebih fokus pada kegiatan bakti sosial. “Kami berharap aksi memandikan patung Slamet Riyadi ini tak sekadar dimaknai sebagai kegiatan membersihkan salah satu ikon kota saja, namun juga mengambil spirit juang pahlawan nasional asal Solo tersebut,” tegas Gatot Sutanto.

Selain memandikan patung Slamet Riyadi, aksi sosial juga menyasar pada pembersihan trotoar di kawasan Koridor Jenderal Sudirman dengan mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran. Kebetulan dalam hari-hari terakhir hingga beberapa pekan ke depan kawasan Koridor Sudirman menjadi titik utama keramaian Imlek yang setiap malam menyedot ribuan pengunjung.

Rangkaian kegiatan lain berupa penyuluhan serta pelatihan antisipasi dan penanganan dini kebakaran menyasar pada kalangan tambal ban, penjual bahan bakar minyak (BBM) eceran serta penjual gas elpiji di Kecamatan Banjarsari. Menurut Gatot Sutanto, beberapa kasus kebakaran terjadi akibat kelalaian aktivitas tambal ban yang menyatu dengan kios BBM eceran.

“Karenanya mereka perlu diberikan pemahaman. Kendati sangat sederhana, dengan harapan potensi kebakaran dapat diantisipasi sejak dini. Sasaran penyuluhan juga diperlebar pada kalangan pedagang kaki lima, terutama bidang kuliner yang menggunakan kompor,” jelasnya. (Hut)