DIY Editor : Danar Widiyanto Rabu, 14 Februari 2018 / 13:21 WIB

Festival Melupakan Mantan, Ajang Mengikhlaskan Atau Justru Nostalgia?

TERKADANG kenangan membuat seseorang selalu teringat akan masa lalunya. Terlebih memori-memori dalam menjalani kehidupan dengan sosok yang pernah singgah dihati. Karena rindu terbalut perih itulah Festival Melupakan Mantan (FMM) kembali hadir untuk keempat kalinya.

Menyajikan tajuk Menutup Siklus, FMM2018 hadir khusus untuk menemani masyarakat dalam mengikhlaskan kepergian mantan kekasih. Berbagai kisah pun mewarnai perhelatan kali ini.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Ravieka Fathya (23) misalnya, salah satu pengunjung FMM tersebut datang untuk berusaha melupakan dan mengikhlaskan sosok yang pernah singgah dihatinya. Ravieka pun mengaku sangat senang dengan perhelatan seperti ini, karenanya kini ia dapat lebih merelakan mantan kekasihnya.

“Sekarang lebih mengikhlaskan dan melupakan. Mantan itu enggak jahat kok, tergantung dari sudut pandang mana kita menilainya,” bebernya kepada KRJogja.com, Selasa (13/02/2017).

Terpisah, bagi pembawa acara kondang Alitalit Jabang Bayi, FFM justru membawanya kedua hal yaitu mengikhlaskan sekaligus bernostalgia dengan kenangannya. Menurutnya, tidak ada satu pun manusia yang dapat benar-benar mengikhlaskan kepergian sosok mantan kekasih.

“Dua-duanya, berhubungan dengan mantan ya mengikhlaskan, ya nostalgia karena sebenarnya enggak ada orang yang bisa bena-benar mengikhlaskan,” tuturnya dilanjut dengan menuliskan luapan kepada mantan kekasih di wall memories.

Senada dengan Alit, penulis buku Distilasi Alkena Wira Nagara ini mengaku konsep mengikhlaskan dan nostalgia sama-sama hadir di FMM. “Keduanya ada, seharusnya mengikhlaskan pada akhirnya malah nostalgia. Pada awalanya kita datang untuk mengikhlaskan, tapi datang malah disambut lagu-lagu atau sudut kota yang bikin ingat, ya justru malah nostalgia,” tuturnya.

Lalu bagaimana dengan anda? Mengikhlaskan atau justru nostalgia? (MG-10)