Jateng Editor : Agus Sigit Rabu, 14 Februari 2018 / 15:45 WIB

Baru Tercetak 73 Persen Petani Sukoharjo Resmi Gunakan Kartu Tani

SUKOHARJO (KRjogja.com) - Petani di Sukoharjo resmi bisa menggunakan Kartu Tani. Peluncuran dilaksanakan di Balai Desa Mulur, Kecamatan Bendosari, Rabu (14/2). Dari hasil validasi data petani baru 15.097,52 hektar atau sekitar 73,58 persen dari luas lahan pertanian 20.518 hektar. Artinya masih ada 26,42 persen atau 5.420,48 hektar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa mengatakan, Kartu Tani sudah resmi bisa dipakai petani. Penggunaan dilakukan pada Februari 2018 setelah proses pendataan dan pencetakan Kartu Tani sudah selesai dilaksanakan oleh petugas terkait.

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Pemkab Sukoharjo sengaja mempercepat proses penggunaan Kartu Tani sesuai dengan instruksi dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sebab Kabupaten Sukoharjo tertinggal dibanding daerah lain dalam penggunaan Kartu Tani. “Proses persiapan dari sosialisasi, pendataan, validasi dan pencetakan Kartu Tani sudah dimulai sejak Tahun 2017. Penggunaanya sendiri mulai bisa dipakai petani pada Februari 2018. Memang proses belum selesai 100 persen tapi baru 73,58 persen. Sisanya sedang dikebut diselesaikan,” ujar Agus Santosa.

Agus Santosa menjelaskan, angka 73,58 persen sudah tinggi sehingga Kartu Tani yang tercetap bisa dipakai petani sekarang. Sebab petani sangat membutuhkan Kartu Tani untuk membeli pupuk.
“Kalau menunggu selesai 100 persen kasihan petani terlalu lama. Padahal mereka butuh segera menggunakan Kartu Tani untuk membeli pupuk,” lanjutnya.

Terkait dengan kondisi tersebut Pemkab Sukoharjo sudah meminta kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk aktif memberikan sosialisasi khususnya pada petani. Petani yang sudah memiliki Kartu Tani bisa menggunakannya. Sedangkan petani yang belum memiliki Kartu Tani maka bisa segera melapor dan mengurus pendataan.

“Petani juga harus siap terhadap perubahan. Sebab Kartu Tani ini sistemnya lebih canggih menggunakan transaksi non tunai dan tidak lagi manual bayar uang ditempat,” lanjutnya.

Perubahan sistem tersebut harus dipahami para petani dengan diminta belajar. “Dinas Pertanian dan Perikanan serta petugas terkait juga harus membantu pendampingan. Jangan petani dibiarkan kebinggungan,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, Kartu Tani merupakan alat bantu untuk menjamin ketersediaan dan distribusi pupuk bersubsidi agar dapat diterima dengan benar oleh petani yang berhak. Kartu Tani juga berfungsi untuk melakukan seluruh transaksi perbankan pada umumnya. (Mam)