Soal Zakat 2,5 Persen, ASN Karanganyar Tidak Kaget

ASN Karanganyar diimbau membayar zakat dalam forum formal. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (KRjogja.com) - Pembayaran zakat dari potongan gaji aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Karanganyar ternyata sudah berlangsung 1 dekade. Pemotongan itu didasari keikhlasan para ASN dengan besaran tertentu sampai 2,5 persen dari gaji pokok.

“Kami tidak kaget adanya instruksi pemerintah pusat memberlakukan potongan gaji 2,5 persen untuk zakat bagi ASN muslim. Sebab di Karanganyar sudah lama diberlakukan. Sampai sekarang, terhitung 10 tahun berjalan,” kata Sekretaris Daerah Pemkab Karanganyar, Samsi kepada KR, Rabu (14/2).

Dulunya, pemberlakuan di Karanganyar diinisiasi pertama kali Bupati Karanganyar, Rina Irinani. Saat itu pemotongan gaji untuk zakat masih 1 persen. Seiring berjalannya waktu, besarannya sampai 2,5 persen. Masing-masing ASN menyatakan kesanggupannya secara legal menunaikan kewajibannya itu. Termasuk jika ingin mengubah besaran zakatnya. Oleh bendahara kantornya, pengumpulan zakatnya disalurkan melalui pengelolaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Karanganyar.

“Alhamdulilah enggak ada masalah sampai sekarang. Anjuran itu diterima secara sadar oleh ASN,” katanya.

Samsi menolak jika Pemkab dianggap memangkas hak abdi praja. Mereka menyerahkan secara sukarela sebagian rezeki kepada lembaga non pemerintah yang bertugas mengelola dana umat.

Hasil donasi umat sampai menyentuh Rp 900 juta per bulan. Baznas mencatat, pengumpulannya per tahun Rp 10 miliar yang disalurkan ke delapan asnaf.

Puji Astuti, seorang staf Diskominfo Karanganyar berstatus ASN mengatakan telah berzakat 2,5 persen dari gajinya selama tiga tahun terakhir. Sebelumnya, ia juga berzakat melalui sistem itu meski besarannya lebih sedikit.

“Ditangani bendahara kantor. Jadi, saya menerimanya sudah bersih. Alhamdulilah membuat hati ini tenang dan nyaman,” katanya.  

Ketua Baznas Karanganyar, Sugiyarso, menyampaikan perolehan Zakat Infaq dan Shodaqoh (ZIS) di Kabupaten Karanganyar di tahun 2017 mencapai Rp 13,5 miliar atau melampaui target Rp 12 miliar. Sedangkan penerimaan zakat fitrah mencapai Rp 1,7 miliar yang bersumber dari ASN dan swasta serta takmir masjid se Kabupaten Karanganyar yang diberikan kepada fakir miskin.

“Perolehan jumlah ZIS yang dikumpulkan oleh Baznas Karanganyar mulai didirikan selalu mengalami peningkatan. Sesuai RKAT tahun 2017 ditargetkan Rp 12 miliar. Hal ini karena mendapat dukungan dari semua pihak baik dari pemerintah daerah maupun masyarakat. Kami distribusikan menjadi lima program, yakni Karanganyar Peduli, Karanganyar Sehat, Karanganyar Cerdas,Karanganyar Makmur, dan Karanganyar Taqwa,” katanya. (Lim)

 

Tulis Komentar Anda