Puskesmas Brangsong 02 Siap Beri Pelayanan Sehat Dengan Kasih Sayang

Puskesmas Brangsong 02 setelah selesai di rehab total lengkap dengan rawat inap. Foto: Unggul Priambodo

KENDAL (KRjogja.com) - Pelayanan Pusat Kesehatan (Puskesmas) selalu dikonotasikan negatif olah masyarakat awam, jauh dari senyuman dan juga pelayanan dengan hati. Namun hal tersebut tidak berlaku di Puskesmas Brangsong 02 yang belum lama ini direhab. 

Dengan berani mengambil moto "Pelayanan Sehat Dengan Kasih Sayang". Sebagai pusat kesehatan masyarakat Puskesmas Brangsong 02 dan posisinya di jalur pantura harus mampu bersaing dengan rumah sakit dan juga poliklinik disekitarnya.

Dr. Budi Kepala Puskesmas Brangsong 02 mengatakan puskesmasnya melayani pengobatan unum, pemeriksaan IVA dan IMS serta pengelolaan pengobatan herbal oleh Griya Sehat. "Moto yang kami ambil merupakan pembuktian kami bahwa puskesmas kami melayani dengan kasih sayang dan kami sudah menerapkan kepada seluruh staf dan karyawan juga dokter, posisi kami di jalur pantura dan harus mamou bersaing," ujar Budi.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal Sri Mulyani Rabu (14/2) mengatakan sudah saatnya Puskesmas berbenah dan menyambut pasien dengan keranahan dan senyuman. Moto pelayanan sehat dengan kasih sayang akan diberlakukan untuk semua puskeamaa dan juga rumah sakit dibawah koordinasinya. "Kami siap melayani maayarakat dengan keramahan jadi masyarakat jangan kawatir lagi yang membutuhkan pelayanan kami,"ujar Sri Mulyani.

Pihaknya juga memberikan informasi bahwa tudak lama lagi akan membangun Rumah Sakit tipe D di Sukorejo. Keinginan masyarakat Sukorejo, Patean dan Plantungan untuk memiliki rumah sakit segera terpenuhi. Pasalnya Pemkab Kendal akan segera merealisasikan pembangunan rumah sakit tipe D di wilayah Sukorejo.

Dipilihnya wilayah atas sukorejo, lantaran tiga kecamatan tersebut belum tersedia sama sekali RS. Bahkan selama ini tak sedikit warga Kendal ketika akan menjalani rawat inap atau opname lebih memilih ke RS Kabupaten Temanggung. 

Sri Mulyani juga mengatakan jika tanah Balai Penyuluh Pertanian merupakan tanah milik Pemda. Sehingga tidak pemda tidak perlu membeli. Jadi cukup menganggarkan untuk pembangunan saja bangunan rumah sakit saja.

“Luas tanah lebih kurang 9.060 meter persegi, saat ini baru dibahas untuk rancang bangunan yang akan dibuat seperti apa. Kemungkinan baru bisa dibangun 2019 mendatang. Jadi masyarakat mohon untuk bersabar,” jelasnya. (Ung)

 

Tulis Komentar Anda