Menutup Siklus, Inilah Perjalanan 4 tahun Festival Melupakan Mantan

Salah satu pengunjung Festival Melupakan Mantan saat menuliskan luapannya kepada sang pujangga yang pernah singgah dihati. (Foto: Satriyo Wicaksono)

YOGYA, KRJOGJA.com - Bagaikan kisah asmara, Festival Melupakan Mantan (FMM) juga harus menutup memori perjalanannya. Empat tahun terselenggara dengan menyajikan tema-tema berbeda namun masih berkesinambungan, kini FMM harus rela membuka lembaran baru.

Pelawatan cinta FMM dimulai dengan proses ‘membuka dunia’ di tahun 2015. Kala itu, tajuk ‘Manggala Karya Ambuka Jagad’ lah yang menjadi penghubung pertama bagi orang-orang yang pernah terluka oleh masa lalu. Konsep unik dalam menyambut menyambut perayaan valentine ini pun mendapatkan tanggapan baik dari masyarakat. Bahkan, adapula warga Gunungkidul yang saat itu rela menempuh perjalanan jauh hingga lokasi terselenggaranya kegiatan, Pojok Beteng Wetan Yogyakarta hanya untuk menghantarkan sandal jepit yang merupakan pemberian dari mantan kekasih.

“Tahun pertama itu parah, ada yang datang dari Wonosari ke Pojok Beteng Wetan cuma mau ngasihin sandal jepit pemberian mantannya terus abis itu dia langsung balik lagi,” beber penanggung jawab  FMM, Seto Prayogi kepada KRjogja.com, Selasa (13/02/2017) malam.

Dulu Kado Ini Sangat Berharga, Apakah Sekarang Harus Aku Buang?

Respon positif membuat FMM kembali melanjutkan perjalanan asmaranya di tahun 2016. Tema ‘Manjing Catur Puspaning Kalbu’ dipilih untuk meneruskan kisah asmaranya. Pada konsep ini, kegiatan fokus pada proses perjalanan cinta dengan mempertunjukkan ‘obrolan-obrolan’ khas orang yang sedang kasmaran.

Seperti dalam kehidupan nyata, kisah asmara tidak mungkin berjalan mulus begitu saja. Tahun 2017 FMM hadir dengan  tajuk ‘Kesah, Nata Gatra Panguripan’ yang menceritakan tentang kepergian sosok yang pernah singgah dihati. Perhelatan ketiga ini pun cukup berbeda dari yang sebelumnya. Jika di FMM jilid 1 dan 2 hanya diselenggarakan 1 hari saja, kegiatan ketiga tersebut diadakan khusus selama 3 hari.

Kubersihkan Pikiranku Dari Bayang-bayangmu Cinta..

Usai kepergian itu, kini FMM harus menyudahi kisah cintanya. Perhelatan keempat yang digelar Selasa, (13/02/2017) lalu menjadi bagian terakhir dari seluruh perjalanan asmara FMM.  Seluruh pengalaman dan lika-liku cinta yang terangkum sejak 3 tahun lalu pun turut disajikan kepada masyarakat sebagai rangkaian pamungkas.

Hingga kini Seto mengaku belum mengerti apakah FMM akan kembali terselenggara ditahun depan. Menurutnya keputusan tersebut akan diambil ketika sudah melakukan evaluasi perjalanan selama 4 tahun ini. Meskipun demikian, serangkaian kisah perjalanan asmara FMM memang sudah selesai. Sehingga jikalau tahun depan akan diselenggarakan pun FMM bakal menggunakan kisah yang baru.

“Empat tahun ini kami hadir dengan tema-tema yang berbeda tapi masih berkesinambungan. Setelah ini kami akan mereview semuanya, apakah konten ini layak dilanjutkan atau tidak,” tegasnya. (MG-10)

Benci Tapi Rindu, Kado Darimu Telah Kurelakan

Tulis Komentar Anda