Jembatan Antar Desa Putus, Babinsa Rela Antar Jemput Siswa

Serka Walidi dan Serda Sakijo saat menjemput para siswa.

BANTUL, KRJOGJA.com - Apa yang dilakukan dua Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 10 Imogiri Serka Walidi dan Serda Sakijo patut mendapat apresiasi. Keduanya saban hari rela bangun pagi dan menjemput para siswa SD Kedungmiri Imogiri yang berasal dari Desa Sriharjo untuk berangkat sekolah. Hal ini dilakukan para prajurit ini lantaran jembatan penghubung antar Desa Sriharjo dan Selopamioro yang selama dipergunakan para siswa menuju SD Kedungmiri sedang dalam perbaikan setelah beberapa bulan lalu hanyut disapu banjir.

Dengan menggunakan sepeda motor dinas milik Koramil Imogiri kedua Babinsa tersebut setia menjemput satu persatu siswa dari rumah masing-masing. Berboncengan tiga pun terpaksa harus dilakukan agar kendaraan bisa membawa murid-murid lebih banyak lagi sehingga mereka tak terlambat masuk sekolah.

Serka Walidi mengungkapkan, terputusnya akses jalan akibat terkikis dan rusaknya jembatan gantung penghubungkan dua desa cukup menyulitkan para pelajar warga Sriharjo yang bersekolah di SD Kedungmiri Desa Sekopamioro. Saat ini jika warga hendak menyeberang Sungai Oya yang membatasi dua desa tersebut mereka harus menggunakan perahu karet yang ditarik menggunakan tali untuk bisa mencapai ke seberang.

“Jika harus melakukan perjalanan darat akan memutar sejauh sekitar 7 km melewati Siluk menuju Kedungmiri sehingga para siswa akan lelah dan bisa terlambat sampai ke sekolah. Akhirnya kami memutuskan untuk menjemput mereka dan mengantarnya ke sekolah,” ungkap Serka Walidi kepada KRJOGJA.com, Selasa (13/02/2018).

Bagi Serka Walidi apa yang dilakukannya ini merupakan panggilan tugasnya sebagai prajurit. Terlebih lagi anak-anak merupakan generasi masa depan yang harus dijamin kelancaran dalam menuntut ilmu agar kelak menjadi pemimpin bangsa ini.

Hal yang sama disampaikan Serda Sakijo. Ditegaskannya, sepeda motor dinas yang setiap hari dikendarainya itu adalah milik negara sehingga tak ada alasannya baginya untuk tidak menggunakannya guna kepentingan masyarakat.

"Tak ada niat apapun kecuali pengabdian kepada masyarakat, negara dan bangsa ini. Senantiasa membantu kesulitan masyarakat adalah tugas kami, apalagi anak-anak tingkat sekolah dasar dimana pendidikan mereka tidak boleh terhenti hanya karena faktor tak bisa menuju ke sekulah,” tegasnya.

Aksi dua orang Babinsa ini telah dilakukan sejak tiga bulan lalu pasca banjir bandang akibat Badai Siklon melanda Bantul yang mengakibatkan luapan Sungai Oya mengikis jalan dan membawa hanyut jembatan gantung Imogiri. Mereka berharap proses pembangunan jembatan dan jalan dapat segera selesai sehingga aktivitas masyarakat terutama para pelajar dapat berjalan normal seperti sedia kala. (Van)

Tulis Komentar Anda