Peternak Tradisional di Bantul Topang Populasi Sapi

Peternak sapi tradisional jadi penopang peningkatan populasi sapi di Bantul. (Foto: Sukro R)

BANTUL, KRJOGJA.com - Kabupaten Bantul masih menjadi wilayah pemasok daging sapi terbesar di DIY. Merujuk data Dinas Pertanian Pangan Kelautan dan Perikanan (Disperpautkan) Bantul, 70 persen kebutuhan di DIY didatangkan dari Bantul. Sejauh ini  sapi yang disembelih tidak hanya dari lokal  Bantul namun dari berbagai daerah di DIY dan sekitarnya. Sementara pemerintah Bantul terus  berupaya meningkatkan jumlah populasi sapi di Bantul yang sekarang diangka 56.000.

“Kebutuhan daging di DIY, 70 persen dipenuhi dari Bantul, banyak jagal atau penyembelih sapi berasal dari Bantul namun ternak sebagian besar berasal dari luar  Bantul,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Peternakan dan Kesehatan Hewan Disperpautkan Bantul, Joko Waluyo SPt MSi, Selasa (13/2/2018).

Joko mengatakan, sejauh ini kebutuhan daging itu dipenuhi oleh para jagal di Bantul. Karena khusus wilayah Bantul ini pola pemeliharaan mengutamakan pembibitan sapi betina. Sementara untuk sapi yang disembelih biasanya jantan dan sapi betina yang sudah tidak produktif. Oleh karena kontribusi peternak tradisional dalam menopang kebutuhan  daging sapi di pasaran  tergolong masih kecil. Sebaliknya petani tradisional secara khusus dipersiapkan untuk mempercepat peningkatan jumlah populasi sapi.

Terkait dengan pengawasan pemotongan sapi di Bantul tergolong sangat ketat.  Bahkan  Disperpautkan Bantul juga melibatkan pihak kepolisian untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan pemotongan sapi betina.

Dengan kebijakan itu setidaknya  hanya sapi jantan dan betina yang tidak produktif yang disembelih. Joko mengatakan, selain menggandeng pihak berwajib, Disperpautkan juga secara khusus menempatkan tiga dokter di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Segoroyoso Pleret Bantul. Dokter tersebut berada di RPH sekaligus melakukan pengawasan dan pencegahan jika ada pemotongan sapi bentina produktif. Ketika jagal menyembelih  sapi betina, keputusan boleh tidaknya menunggu rekomendasi dari dokter di RPH itu. Selain itu Disperpautkan Bantul juga menggulirkan program upaya  khusus (Upsus) Sapi Indukan Wajib Bunting (Siwab). Program Upsus Siwab tahun ini menyasar 34.000 sapi milik petani.

“Target 34.000  sapi yang bakal mendapatkan layanan IB. Tahun 2017 lalu dari target yang dipatok 18.000 masuk IB, realisasi lapangan menembus angka 19.400 sapi,” ujar Joko.(Roy)

Tulis Komentar Anda