DIY Editor : Danar Widiyanto Selasa, 13 Februari 2018 / 18:50 WIB

SUNGAI MESTI SEGERA DINORMALISASI

Ahli Geologi Cek Tanah Ambles di Imogiri

BANTUL, KRJOGJA.com - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi  menilai sejumlah titik di bantaran Sungai Oya perlu segera direlokasi ke tempat aman. Daerah tersebut sangat rawan terjadinya longsor akibat abrasi Sungai Oya. Relokasi jauh lebih murah biayanya dibanding dengan pembangunan infrastruktur setelah bencana abrasi dan tanah longsor.  Pusat Vulkanologi juga minta agar sungai Oya segera dinormalisasi agar aliran air tidak menimbulkan kerusakan tebing disisi kiri dan kanan sungai.

"Dengan kerusakan yang sudah seperti ini memang harus direlokasi, hitungan kami biaya untuk program relokasi dan pembangunan infrastruktur, relokasi lebih murah," ujar Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Tanah Geologi , Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana  Geologi, Ir Herry Purnomo MT disela pengecekan tanah ambles di Sompok Sriharjo Kecamatan Imogiri Bantul, Selasa (13/2/2018).

Artikel Terkait : Mahasiswa Polbangtan Dampingi Masyarakat Manfaatkan Lahan Tidur

Herry menngungkapkan, dalam kondisi cuaca seperti ini hujan diprediksi  bakal turun. Sehingga potensi banjir akan terus terjadi dan hal itu akan mengakibatkan abrasi semakin terjadi. Oleh karena itu pihaknya minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan jika dihulu hujan mulai turun karena berpotensi banjir. "Kami imbau masyarakat ditepi sungai yang sudah mengalami abrasi bisa pindah ke tempat aman sementara, karena kondisinya sangat rawan," ujarnya.  

Setelah dicermati, potensi bencana itu tidak hanya datang dari terjangan air Sungai Oya. Namun dari tebing di perkampungan sepanjang sungai itu juga ada potensi longsor.  Herry menjelaskan, nantinya hasil kajiannya bakal segera dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul biar dijadikan acuan dalam mengambil keputusan.  

Sementara terkait dengan tanah ambles di Dusun Sompok Desa Sriharjo Imogiri. Fenomena tersebut akibat terjadi  gerusan tanah dibawah talud bronjong ditepi sungai yang semakin besar. Akibat barusan air dibawah talud  itulah yang memicu tanah di tepi sungai ambles.  Jika  banjir terus terjadi, permukaan tanah Sompok diperkirakan akan menurun.  

"Tanah yang ambles itu pemicunya karena ada gerusan dibawah talud bronjong, jika dari atas memang tidak kelihatan," ujar Herry.  

Pihaknya minta secepatnya dilakukan normalisasi sungai agar sedimentasi disepanjang  sungai hilang. Ketika sedimentasi menumpuk  di satu tempat, air akan mencari jalan permukaan terendah. Kondisi itu yang sekarang ini sudah terjadi di Sungai Oya.

Terpisah Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah  Bantul , Drs Dwi Daryanto MSi mengatakan, pihaknya secara khusus menurunkan tim Geologi Vulkanologi untuk melakukan kajian terkait bencana tanah ambles dan abrasi di Sriharjo Imogiri Bantul.

Nantinya hasil kajian tersebut bakal dijadikan rujukan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan dikawasan itu. Ketika akan melakukan relokasi , titik mana saya dan bagaimana langkah antisipasi dikawasan itu.

"Kajian dari Geologi itu nanti yang kami jadikan rujukan untuk mengambil kebijakan. Termasuk ada kemungkinan relokasi," ujar Dwi Daryanto.(Roy)