SAMBUT TAHUN BARU IMLEK 2569

Warga Tionghoa, Panitia PBTY Ikut Reresik Malioboro

Panitia PBTY, dari Ketua Paguyuban Tionghoa dan generasi muda berkumpul reresik Ketandan, berkumpul di Gapura Kampoeng Ketandan. (Foto: Juvintarto)

YOGYA, KRJOGJA.com - Menyambut Tahun Baru Imlek 2569 yang jatuh pada 16 Februari 2018, sekitar 60-an Panitia Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta, dari Jogja Chinese Art and Culture Center (JCACC), pengusaha, tokoh Tionghoa Yogya turun langsung melakukan bersih-bersih atau reresik di wilayah Ketandan Yogyakarta.

Berkumpul di depan Gapura Kampoeng Ketandan pukul 06.00 Ketua Paguyuban Hakka Yogya Soekeno, Ketua JCACC  Harry Setyo, Ketua Fuqing Yogya Jimmy Sutanto, Ketua Paguyuban Alumni Sekolah Tionghoa Ellyn Subiyanti, Ketua Paguyuban Bhakti Putera Muwardi Gunawan, Ketua Panitia Pelaksana JCACC Sugiarto, dan lainnya bersama generasi muda Tionghoa lainnya tidak canggung berbaur dengan ratusan masyarakat Malioboro yang tergabung dalam Komunitas Selasa Wage.

"Komunitas Selasa Wage berasal dari PKL, pengusaha, warga, elemen kawasan Malioboro secara rutin melakukan reresik Malioboro, panitia PBTY 2018 yang saat ini koordinatornya Paguyuban Hakka Jogja (PHJ) turut bergabung dalam moment kebersamaan yang didukung Pemkot Yogya," papar Humas Panitia PBTY Fantoni kepada KRJOGJA.com, Selasa (13/2/2018) di sela kegiatan.

Fantoni menyebutkan malam sebelumnya Panitia PBTY didukung Pemkot Yogya memasang 500 an lampion di sepanjang Malioboro. "Untuk menyemarakkan Yogya sebagai kota wisata dalam perayaan Imlek. Selain itu toko-toko di Malioboro juga berhias lampion dan pernik Imlek sehingga suasana Malioboro membawa kesan tersendiri," papar Fantoni. (M-3)

 

Tulis Komentar Anda