Pendidikan Indonesia Masih Sebatas Retorika

Istimewa

YOGYA, KRJOGJA.com -Peristiwa kekerasan, seperti penganiayaan guru yang dilakukan oleh siswa, orang tua, atau sebaliknya sungguh sangat memprihantinkan. Artinya, jika mau mengritisi apa yang terjadi di dunia pendidikan, sudah saatnya sistem pendidikan ditinjau kembali.

Praktisi Pendidikan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Dr Hermayawati MPd menilai, peristiwa sebagaimana kekerasan dalam bidang pendidikan yang terjadi di Sampang Madura, baru-baru ini, hanyalah sebagian kecil yang ‘tercium’ media massa dari sekian banyak fenomena kekerasan yang terjadi sebenarnya.

"Harus diakui selama ini pendidikan di Indonesia baru sebatas retorika teoritis dalam mengamalkan empat pilar pendidikan, sebagaimana diamanatkan oleh UNESCO atau United Nations Educational Scientific and Cultural Organization," ungkap Hermayawati, Selasa (13/02/2018).

UNESCO yaitu cabang organisasi internasional PBB atau Perserikatan Bangsa Bangsa yang mengatur bidang pendidikan, keilmuan, budaya dan komunikasi. Empat pilar tersebut adalah 'learning to know, learning todo, learning to be, serta learning to live together'. (R-3)

Tulis Komentar Anda