Jateng Editor : Agus Sigit Selasa, 13 Februari 2018 / 13:47 WIB

Tarif Periksa Kesehatan di Wonogiri Naik

WONOGIRI (KRjogja.com) - Retribusi di lingkungan kesehatan Kabupaten Wonogiri diam-diam mengalami kenaikan menyusul melonjaknya retribusi uji kendaraan bermotor (Ranmor) yang dilakukan Dinas Perhubungan (Dishub) Wonogiri. Naiknya biaya berobat di Puskesmas maupun rumah sakit (RS) Kabupaten Wonogiri yang tertuang dalam Perbup Nomor 1/2018 itu dikeluhkan sejumlah warga di tengah suasana sulit yang dialami mereka saat  ini. 

Beberapa pasien Puskesmas yang belum tercover program BPJS menyebutkan, untuk tarif pendaftaran berobat di Puskesmas atau medik dasar naik dari Rp 5 ribu menjadi Rp 8 ribu. "Kami baru tahu itu (kenaikan tarif) karena sejak 1 Februari lalu padahal selama ini tidak ada sosialisasi," ungkap warga Ngadirojo Wonogiri.

Kenaikan yang cukup menyolok, terjadi pada pelayanan konsultasi kesehatan. Contohnya, retribusi konsultasi medis spesialis naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 20 ribu per 1 Februari (atau naik 100 persen). Tarif periksa 'operculectomy' semula Rp 17.250 naik hingga Rp 40 ribu.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Wonogiri dr Adhidarma MKes yang dikonfirmasi KR di kantornya, Selasa (13/2), membenarkan adanya kenaikan tarif di sektor kesehatan daerahnya. "Kenaikan tersebut sudah kita kaji sebelumnya dan dinilai masih dalam batas toleransi karena tarif di luar daerah malah jauh lebih tinggi ketimbang Wonogiri," katanya sembari menambah Perbup 1/2018 itu sebagai pengganti Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang retribusi jasa umum. (Dsh)