Ekonomi Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 13 Februari 2018 / 15:53 WIB

Sawit Sumbang Devisa Negara Rp240 Triliun


BANDUNG, KRJOGJA.com - Kepala  Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS) Dono Bustami mengatakan, penerimaan devisa negara dari ekspor sawit mencapai Rp 240 triliun. Penerimaan devisa ini lebih tinggi dari sektor pariwisata dan migas.

Menurut Dono adapun ekspor sawit tahun 2017 lalu mencapai 37 juta ton atau melebihi dari target yang  ditetapkan sebesar 33 juta ton.
"Penerimaan devisa negara dari ekspor sawit mencapai Rp 240 triliun. Penerimaan devisa  ini lebih tinggi dari sektor pariwisata dan migas,” kata Kepala  Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit ( BPDPKS) Dono Bustami pada acarabpemhukaan Pekan Riset Kelapa Sawit di Bandung, Selasa (13/02/2018).

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

Dono menjelaskan untuk target penerimaan devisa tahun 2018 ini belum ditetapkan jumlahnya, namun masih berpatokan kepada jumlah ekspor  tahun. "Untuk penerimaan devisa tahun ini belum ada angka pastinya, namun masih berpatokanku pada  jumlah ekspor tahun lalu 37 juta ton itu,” paparnya.

Menurut Dono,  Indonesia merupakan produsen sawit di dunia dengan 12 juta hektar lahan sawit.  Serta setengah produksi sawit dunia di suplay  dari Indonesia. Sektor sawit juga menyerap tenaga kerja yang cukup banyak. Misalnya penyerapan pekerja langsung mencapai 4,2 juta orang serta 13 juta lapangan kerja tidak langsung.

"Rinciannya,lapangan pertanian 41 persen petani kecil dengan 2,3 juta lapangan kerja dengan menyerap tenaga kerja 4,6 juta orang. 
Adapun sumbangan sawit untuk bidang energi terutama untuk bahan bakar fosil m3ncapai 32 juta KL melalui program biodiesel yang bisa menghemat devisa negara sebesar 1,1 miliar dokar AS atau setara dengan Rp 14,83 triliun." (Lmg)