Kuatkan Solidaritas, Ormas Ikut Jaga Gereja

Sejumlah ormas dibantu Polisi dan TNI bergotong royong membersihkan Gereja Santa Lidwina Bedog, Sleman, dua hari pasca penyerangan (Foto: Ardhike Indah)

SLEMAN, KRjogja.com - Dua hari pasca penyerangan di Gereja Santa Lidwina Bedog, Trihanggo, Sleman, gereja yang dibangun tahun 2005 itu justru semakin ramai dikunjungi orang. Rupanya, sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) dibantu TNI dan Polri bergotong royong mempercantik bangunan gereja tersebut, mulai dari membersihkan rumput liar hingga mengecat kembali dinding yang kusam.

Setiap anggota ormas berbaur dengan ormas lainnya, tanpa memandang perbedaan agama dan organisasi, menunjukkan solidaritas yang kuat. Pengurus gereja juga menyiapkan makanan ringan sebagai teman mereka bekerja bakti.

"Saya salut dengan Camat Gamping, pak Abubakar yang lantas menggerakkan ormas-ormas di Gamping. Ini menunjukkan tidak ada permasalahan di daerah ini, (penyerangan itu) hanya kerikil kecil dari orang luar Yogya," ujar Ketua Gereja Santa Lidwina, Soekatno ketika dijumpai awak media di sela-sela kerja bakti, Senin (13/02).

Salah satu ormas yang ikut kegiatan itu adalah Barisan Ansor Serbaguna (Banser). 20 anggota Banser diturunkan untuk membantu gotong royong pembersihan gereja.

Menurut Ketua Dewan Instruktur Ansor Sleman, R Yuwansi'rof, pihaknya terlibat dalam giat ini sebagai wujud toleransi antar umat beragama. Mereka terbiasa untuk tolong menolong sesama, tanpa memandang yang ditolong beragama apa.

"Tentang aqidah, kami sudah selesai. Sekarang tinggal bagaimana hidup bersama masyarakat. Masa iya ada orang jatuh, mau nolongin ditanya dulu agamanya apa. Kami bukan tipe seperti itu," paparnya. Ia mengharapkan kejadian penyerangan sekali saja di Yogyakarta. Jangan sampai toleransi terkoyak.

"Kami siap membantu stabilitas keamanan NKRI kapanpun," tandasnya. (M-1)

Tulis Komentar Anda