Peristiwa Editor : Tomi sudjatmiko Selasa, 13 Februari 2018 / 10:22 WIB

Penyera Gereja Santa Lidwina Jual Handphone untuk Beli Pedang

SLEMAN, KRJOGJA.com - Fakta baru terkait progres penuntasan penyerangan Gereja Santa Lidwina Bedog Trihanggo Gamping Sleman mulai terlihat Senin (12/2/2018).  Polisi telah memeriksa 11 saksi mata seputar kasus tersebut dan menemukan beberapa fakta pendukung. 

Kapolda DIY Brigjen Polisi Ahmad Dofiri mengatakan pelaku yang bernama Suliono ini berniat akan pulang ke Banyuwangi setelah tinggal di Magelang selama beberapa waktu terakhir. “Pelaku ini singgah di Yogyakarta dan sempat tidur di masjid dan mushola, menurut pengakuannya sudah 4-5 hari di Yogya,” ungkap Kapolda. 

Artikel Terkait : Menikmati Hidangan Mewah tapi Murah di Sumo Sushi

BACA JUGA :

Ini Dia, Identitas Pelaku Penyerangan Gereja Gamping

Pelaku menurut Kapolda juga sempat terekam CCTV di beberapa mushola dan masjid yang letaknya tak jauh dari gereja. Namun demikian, Kapolda enggan membeberkan lebih jauh di mana lokasi tersebut. 

“Kalau masjidnya, adalah itu nanti bagian penyelidikan. Tapi betul yang bersangkutan ini tidur berpindah dari masjid dan mushola satu ke lainnya,” sambungnya. 

Sementara terkait adanya dugaan transaksi penjualan handphone yang dilakukan pelaku untuk membeli pedang, Kapolda pun tak menampiknya. “Kalau menjawab pertanyaan itu saya jawab iya, tapi itu masih harus diselidiki lagi,” tegas Kapolda. 

Kepolisian menyita barang bukti seperti pedang yang digunakan untuk melakukan aksi kekerasan dan ijazah yang dibawa pelaku dalam tas. Polisi hari ini juga mulai melakukan introgasi pada pelaku yang kondisinya mulai stabil usai operasi pengangkatan proyektil peluru. (Fxh)